Pemkab Kukar Buka Festival Museum Kayu Tuah Himba 2025

Pembukaan Festival Museum Kayu Tuah Himba 2025. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Pembukaan Festival Museum Kayu Tuah Himba 2025. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat dan menghidupkan warisan budaya daerah saat membuka Festival Museum Kayu Tuah Himba 2025.

Festival yang digelar selama tiga hari ini dikemas dengan berbagai kegiatan seni, edukasi, dan pameran kreatif untuk menarik minat masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih dekat dengan museum dan kekayaan budaya lokal.

Read More
banner 300x250

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri melalui Asisten II Ahyani Fadianur Diani menyoroti pentingnya festival ini sebagai upaya membangun kembali koneksi emosional antara publik dan destinasi budaya di Kukar.

Ia menyebut Museum Kayu sebagai aset penting daerah yang memiliki kekayaan edukasi sekaligus nilai historis yang tinggi.

“Festival museum kayu kali ini dirangkai dengan beberapa kegiatan inovatif untuk menarik minat generasi muda, supaya ada koneksi emosional antara masyarakat dengan destinasi budaya. Museum juga harus diperkaya kontennya agar relevan dan bisa berfungsi optimal sebagai pusat budaya di era modern,” ujar dia, Kamis (27/11/2025).

Ia mengungkapkan kondisi kunjungan museum yang sempat anjlok drastis sejak masa pandemi Covid-19.

Jika sebelumnya pengunjung bisa mencapai 20–40 orang per hari, kini hanya tersisa 2–3 orang saja.

“Kunjungan sangat menurun. Karena itu festival yang dirancang tiga hari ini kita harapkan benar-benar jadi magnet, terutama bagi pelajar dan mahasiswa,” ungkap Ahyani.

Museum Kayu Tuah Himba menyimpan koleksi kayu khas Kalimantan, artefak budaya, hingga material edukasi terkait kehutanan tradisional masyarakat lokal.

Menurut dia, aset ini perlu terus dikembangkan, baik dari segi koleksi maupun cara penyajian.

“Isinya sudah banyak, tapi bisa ditambah lagi. Bukan hanya benda-benda lama, tetapi juga kreativitas inovatif yang relevan dengan generasi sekarang,” katanya.

Selain itu, kondisi fisik museum saat ini juga perlu mendapatkan sentuhan renovasi.

“Kondisi museumnya masih perlu direhab. Mudah-mudahan ke depan bisa kita perbaiki supaya lebih menarik. Orang datang bukan hanya melihat itu-itu saja, dan bangunannya pun harus representatif,” tutur dia.

Di dalam festival tersebut, sejumlah kegiatan digelar untuk menambah daya tarik museum, di antaranya pameran kayu dan kerajinan, workshop seni dan budaya, edukasi sejarah kehutanan, pertunjukan seni tradisional, area permainan dan aktivitas kreatif bagi pelajar.

Ia berharap pendekatan kolaboratif ini  mampu mengubah persepsi masyarakat tentang museum yang selama ini dianggap tempat yang sunyi dan kurang atraktif.

Melalui Festival Museum Kayu Tuah Himba 2025, Pemkab Kukar ingin menghadirkan pengalaman baru yang lebih menarik, berwawasan, dan komunikatif bagi semua kalangan.

“Mudah-mudahan ke depan museum ini makin hidup, makin ramai, dan menjadi tempat belajar budaya yang menyenangkan bagi masyarakat,” tutup Ahyani. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *