Festival Museum Kayu Tuah Himba Jadi Momentum Kebangkitan Wisata Budaya dan Ekonomi Kreatif Kukar

Asisten II Ahyani Fadianur Diani saat membuka Festival Museum Kayu Tuah Himba. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Asisten II Ahyani Fadianur Diani saat membuka Festival Museum Kayu Tuah Himba. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan sektor kebudayaan, pendidikan, serta ekonomi kreatif.

Hal ini tampak dalam penyelenggaraan Festival Museum Kayu Tuah Himba 2025, sebuah rangkaian kegiatan budaya yang digelar selama tiga hari dengan konsep baru yang lebih edukatif dan modern.

Read More
banner 300x250

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri melalui Asisten II Ahyani Fadianur Diani menegaskan bahwa festival ini sejalan dengan visi-misi Kukar Idaman Terbaik, yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia berakhlak mulia, unggul, dan berbudaya.

Ia menyebut, festival ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi dikemas sebagai bentuk revitalisasi museum sebagai pusat konservasi, edukasi modern, dan penguatan ekonomi kreatif lokal.

Dia menilai, museum memiliki peran strategis dalam mewariskan nilai budaya kepada generasi muda sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

“Penyelenggaraan festival ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk mengembangkan wisata edukatif yang terintegrasi dengan penguatan ekonomi kreatif. Melalui revitalisasi museum dan pemberdayaan pengrajin lokal, kita bukan hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga membangun ekosistem pariwisata yang berdaya saing dan menyejahterakan masyarakat,” kata dia, Kamis (27/11/2025).

Ia menjelaskan, Festival Museum Kayu Tuah Himba disusun dengan pendekatan yang sangat relevan dengan perkembangan zaman.

Beberapa kegiatan unggulan meliputi lomba kriya kayu bertema 10 Objek Pemajuan Kebudayaan dan situs cagar budaya, peluncuran dokumentasi budaya berbasis digital, game edukasi interaktif,

workshop dan talk show kebudayaan, melibatkan pengrajin, seniman, dan penggiat heritage, hingga pameran karya seniman dan pengrajin daerah.

Festival ini sengaja dirancang agar tidak hanya informatif, tetapi juga menyentuh sisi emosional masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa agar kembali merasa dekat dengan museum dan warisan kekayaan daerah.

Pemkab Kukar berharap festival ini menjadi momentum kebangkitan Museum Kayu Tuah Himba sebagai destinasi wisata budaya yang diminati masyarakat, bukan hanya tempat penyimpanan koleksi.

“Besar harapan kami festival Museum Kayu Tuah Himba dapat menjadi titik balik kebangkitan museum kebanggaan kita. Mari jadikan museum sebagai destinasi wisata edukasi unggulan di Kukar,” pungkas Ahyani. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *