KUKAR, LINGKARKALTIM: Kebakaran hebat terjadi di Jalan Awang Long, RT 09 Desa Liang atau Liang Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Kamis dini hari (27/11/2025).
Sedikitnya 7 rumah, 1 rumah walet, serta 2 rumah lainnya terdampak dalam kejadian yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap.
Total 34 jiwa dari 10 kepala keluarga kini kehilangan tempat tinggal. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp2 miliar.
Pos Sektor Pemadam Kebakaran Kota Bangun menerima laporan pertama sekitar pukul 04.36 Wita melalui pesan warga di Facebook.
Hanya dalam waktu tiga menit, laporan resmi masuk pada 04.39 Wita, dan tiga unit mobil pemadam, dua unit Firedome kapasitas 3.500 dan 5.000 liter serta satu unit APV langsung diberangkatkan.
“Kurang lebih tujuh menit setelah menerima laporan, unit sampai di lokasi. Jarak tempuh sekitar 15 km. Saat tiba, api sudah sangat besar dan menghanguskan beberapa rumah. Dugaan sementara, kebakaran sudah terjadi sejak pukul 04.00 WITA,” ucap petugas piket Pos Sektor Kota Bangun.
Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 06.00 WITA, tetapi proses pendinginan terus dilakukan hingga 06.30 Wita.
Sejumlah personel Damkar yang terlibat antara lain Abdi Ratama, M. Azhari Abduh, M. Andi Saparudin, M. Naufal Herizon, Hendra, Haidir, Kihin Benny Debelnov, Herfandi, Usman, Zainal Muttaqin, Syahril Efendi, dan Abdullah.
Dari sisi dukungan, pemadaman melibatkan berbagai unsur relawan seperti Relawan Cempaka RT 3 KBU, Relawan RT 1 KBU, Relawan Desa Pela, Relawan Reaksi KBU, perangkat desa, Muspika Kecamatan Kota Bangun, dan masyarakat setempat.
Petugas mengakui bahwa antusiasme warga untuk membantu justru sempat menjadi kendala.
“Banyak masyarakat yang turun membantu, namun sempat menyulitkan pengaturan pola pemadaman,” katanya.
Meski begitu, koordinasi bersama relawan berhasil membuat proses pemadaman berjalan efektif hingga api dapat dikendalikan sebelum menjalar lebih luas.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab awal kebakaran.
Aparat kecamatan dan pemerintah desa telah melakukan pendataan kerusakan serta menyiapkan langkah penanganan darurat untuk warga yang terdampak.
Kebakaran ini menjadi salah satu kejadian paling besar di wilayah Kota Bangun tahun ini, mengingat jumlah bangunan yang terbakar dan banyaknya warga yang kehilangan tempat tinggal. (ASR)










