KUKAR, LINGKARKALTIM: Upaya mendorong pemasaran produk lokal terus dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Melalui Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok, Disperindag menggelar pendampingan intensif bagi para pelaku UMKM di Desa Lebak Mantan, Kecamatan Muara Wis, dengan fokus utama pada peningkatan kemampuan pemasaran digital.
Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok, Muhammad Bustani, menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar pada hari sebelumnya itu merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan dalam memperluas akses pasar produk lokal.
“Kegiatan kemarin itu kita fokuskan pada peningkatan pemasaran produk dalam negeri, khususnya produk-produk UMKM dari Muara Wis. Kami memberikan pendampingan untuk memasarkan produk secara online melalui marketplace,” jelas dia, Kamis (27/11/2025).
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan bimbingan teknis mengenai cara membuat akun dan mengelola toko daring di sejumlah marketplace besar seperti Shopee dan Tokopedia.
Ia menilai, platform tersebut menjadi salah satu jalur pemasaran paling efisien saat ini.
“Kita arahkan supaya pelaku usaha bisa memiliki akun di marketplace. Karena di sana pasarnya luas, konsumen banyak, dan produk lokal kita bisa lebih mudah dilihat,” ujar Bustanim
Selain marketplace, pelaku usaha juga dibimbing membuat Google Business Profile, fitur yang memungkinkan toko atau usaha diketahui publik secara lebih profesional, lengkap dengan lokasi, kontak, dan jam operasional.
“Dengan Google Bisnis, konsumen bisa langsung melihat lokasi usaha, sehingga memudahkan untuk datang atau memesan. Ini penting untuk meningkatkan kepercayaan dan jangkauan pasar,” tuturnya.
Bustani menegaskan bahwa pemasaran digital kini menjadi kebutuhan mendesak bagi UMKM.
Tanpa kemampuan memanfaatkan platform daring, UMKM akan tertinggal dalam persaingan pasar yang semakin terbuka.
“Kami berharap dengan pembinaan ini, para pelaku usaha dapat mengenalkan produknya lebih luas. Konsumen bisa melihat dan membeli langsung. Dengan begitu, peningkatan pemasaran bisa tercapai,” kata dia.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Disperindag Kukar mengundang 20 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha.
Seluruh peserta mendapatkan pendampingan langsung mengenai strategi pemasaran, cara mengambil gambar produk yang menarik, penulisan deskripsi, hingga tips meningkatkan kepercayaan pembeli.
“Semua UMKM kita bina. Mereka ini kan pelaku usaha yang sekaligus memproduksi, mengelola, dan memasarkan. Jadi kemampuan digital seperti ini sangat penting,” tambah Bustani.
Disperindag Kukar memastikan bahwa pendampingan tersebut bukan kegiatan sekali jalan, melainkan bagian dari program pembinaan berkesinambungan.
Bustani menyebut pihaknya akan kembali turun ke kecamatan lain guna memperluas jangkauan pelatihan serupa.
“Ini bukan yang terakhir. Kita akan terus melakukan pembinaan agar UMKM semakin mandiri, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar digital,” pungkasnya. (ADV/ASR)










