KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus mendorong peningkatan kualitas layanan industri daerah.
Salah satu upaya yang dilakukan ialah, melaksanakan studi tiru ke Kota Banjarmasin untuk mempelajari penerapan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah, belum lama ini.
Sayid menyampaikan bahwa kunjungan ke Banjarmasin dilakukan karena daerah tersebut dinilai berhasil dalam implementasi SIINAS, terutama dalam hal pendataan industri dan kemudahan layanan bagi pelaku usaha.
Menurutnya, Kukar perlu belajar dari daerah yang sudah lebih dahulu menjalankan sistem tersebut secara optimal.
“Kami ingin melihat langsung bagaimana tata kelola data industri diterapkan secara efektif,” ujarnya.
Dalam kegiatan studi tiru itu, rombongan Disperindag Kukar diterima oleh jajaran Dinas Perindustrian Kota Banjarmasin. Mereka memaparkan alur kerja, mekanisme input data, hingga strategi meningkatkan partisipasi pelaku industri menggunakan SIINAS.
Ia menilai sistem yang dijalankan Banjarmasin cukup matang dan bisa menjadi referensi konkret bagi Kukar.
Keberadaan SIINAS sangat penting sebagai database nasional yang terintegrasi. Melalui sistem tersebut, pemerintah daerah dapat mengetahui jumlah, klasifikasi, dan perkembangan pelaku industri secara lebih akurat.
“Pendataan yang baik akan memudahkan kami dalam menyusun kebijakan dan program pengembangan industri,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa penggunaan SIINAS dapat membantu pelaku usaha dalam proses perizinan maupun fasilitasi lainnya. Dengan sistem yang tertata, pelaku industri dapat mengakses layanan lebih cepat dan transparan.
Ia berharap Kukar dapat menerapkan pola serupa sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Selain mempelajari aspek teknis, Disperindag Kukar juga berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi Banjarmasin saat awal penerapan SIINAS. Mulai dari kendala sosialisasi hingga adaptasi pelaku usaha terhadap sistem digital.
Menurutnya, pengalaman tersebut sangat penting sebagai bahan antisipasi ketika Kukar mulai memperkuat implementasi di daerahnya.
Ia menjelaskan, studi tiru ini bukan hanya tentang menyalin sistem, tetapi bagaimana menyesuaikannya dengan karakteristik industri di Kukar.
Dengan cakupan wilayah yang luas dan jenis industri yang beragam, Kukar memerlukan strategi yang lebih komprehensif agar penerapan SIINAS berjalan efektif.
“Kami ingin memastikan sistem ini benar-benar memberi manfaat bagi daerah,” tegasnya.
Ke depan, Disperindag Kukar akan melakukan langkah tindak lanjut berupa peningkatan kapasitas internal, pelatihan operator, hingga sosialisasi kepada pelaku industri.
Ia menyebut bahwa kolaborasi lintas OPD juga diperlukan untuk memastikan pendataan industri dapat diperbarui secara berkala. Hal itu penting agar data yang masuk ke SIINAS tetap akurat dan relevan.
Melalui kegiatan ini, ia berharap Kabupaten Kukar dapat mempercepat transformasi digital dalam layanan industri dan optimistis bahwa dengan implementasi SIINAS yang baik, perencanaan pembangunan sektor industri akan lebih terarah dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. (Adv/kik)










