KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong peningkatan kapasitas para pelaku usaha lokal.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pentingnya membuka diri terhadap pengalaman serta pengetahuan baru, terutama ketika mengikuti berbagai event promosi maupun pameran.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Promosi dan Informasi Industri Disperindag Kukar, Hamidin, di Tenggarong, belum lama ini.
Ia mengatakan, saat ini pola persaingan usaha semakin ketat. Karena itu, pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan dasar atau pengalaman lama. Mereka dituntut untuk terus belajar, termasuk dengan mempelajari cara kerja, strategi pemasaran, hingga inovasi yang dilakukan pelaku usaha lain, baik dari dalam maupun luar daerah.
“Setiap event itu adalah ruang belajar. Jangan hanya fokus berjualan, tapi manfaatkan untuk mengamati dan bertukar pengalaman,” katanya.
Ia menegaskan, banyak pelaku usaha besar yang berkembang karena mampu mengadaptasi best practice dari pelaku usaha lainnya.
Menurutnya, pengamatan lapangan saat event seringkali memberikan wawasan yang tidak bisa didapatkan melalui pelatihan formal.
“Ketika berada di lapangan, pelaku usaha bisa melihat langsung bagaimana produk itu disajikan, cara pelayanannya, hingga bagaimana menarik minat pembeli,” ungkapnya.
Selain itu, setiap pelaku usaha yang mengikuti event biasanya datang dari berbagai daerah dengan karakter produk yang berbeda. Kondisi ini membuat interaksi antarpeserta menjadi peluang yang sangat baik untuk menggali ide baru.
Pelaku usaha di Kukar harus memanfaatkan momen tersebut untuk bertanya, berdiskusi, dan saling menginspirasi.
“Jangan sungkan bertanya. Justru dari komunikasi antarpelaku usaha inilah terbuka kesempatan belajar,” tambahnya.
Tujuan Disperindag Kukar menghadirkan pelaku usaha dalam berbagai kegiatan promosi bukan sekadar memberikan ruang jual-beli, tetapi juga memperluas jaringan mereka.
Melalui networking tersebut, pelaku usaha dapat mengembangkan kerja sama, belajar pola distribusi, hingga memahami strategi packaging dan branding yang lebih baik.
Ia juga menekankan,pemerintah daerah akan terus mendukung peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pendampingan.
Namun ia mengingatkan bahwa semangat belajar dari pelaku usaha sendiri tetap menjadi faktor utama.
“Kami bisa memfasilitasi, tapi kemauan untuk berkembang itu harus muncul dari pelaku usaha sendiri,” ucapnya.
Dalam beberapa event yang telah diikuti Disperindag Kukar sepanjang tahun ini, masih ditemukan pelaku usaha yang kurang aktif berinteraksi dengan peserta lain. Hal tersebut merupakan peluang yang terlewatkan.
“Padahal setiap event punya keunikannya masing-masing, dan selalu ada hal baru yang bisa dibawa pulang untuk membenahi usaha,” katanya.
Ke depan, Disperindag Kukar akan memperkuat arahan dan pendampingan kepada pelaku usaha sebelum mengikuti event.
Harapannya, mereka tidak hanya siap berjualan, tetapi juga siap belajar. Hamidin ingin memastikan setiap pelaku usaha yang diberangkatkan dapat kembali dengan membawa ilmu baru yang bermanfaat bagi kemajuan usaha mereka.
“Intinya, jadikan setiap event sebagai sekolah. Semakin banyak belajar dari pelaku usaha lain, semakin besar peluang UMKM di Kukar untuk naik kelas,” tutupnya. (Adv/Kik)










