KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80.
Upacara yang dirangkai HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 itu berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Kukar, Senin (24/11/2025).
Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri menyampaikan penghormatan tinggi kepada seluruh guru dan tenaga pendidik yang telah menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Ia menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebuah ruang refleksi dan penghormatan atas dedikasi guru yang telah menjalankan tugas mulia di berbagai kondisi, termasuk mereka yang mengabdi di daerah-daerah terpencil.
“Peringatan ini diharapkan menjadi sarana apresiasi dan penghormatan masyarakat terhadap dedikasi guru dan para pendidik hebat, yang tiada kenal lelah berjuang di garis terdepan untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa,” tegas dia.
Ia menerangkan,November resmi didaulat sebagai Bulan Guru Nasional, sesuai Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 26521/MDM/TU.02.03/2025.
Selama satu bulan penuh, seluruh satuan pendidikan dianjurkan menyelenggarakan kegiatan kreatif yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, siswa, dan masyarakat.
Program ini sebagai upaya memperkuat budaya penghargaan terhadap profesi guru, sesuatu yang menurut Bupati harus ditanamkan secara sistematis.
“Guru adalah arsitek utama peradaban yang memegang kunci kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ujar Aulia.
Menurut dia, penghargaan terhadap profesi guru bukan hanya soal simbolik, tetapi menjadi energi vital yang memotivasi para pendidik untuk terus berinovasi, menjaga marwah pendidikan, dan membangun karakter generasi yang unggul.
Ia menyebut bahwa apresiasi yang layak kepada guru memiliki dampak luas bagi dunia pendidikan dan kemajuan daerah.
Penghormatan yang benar akan memulihkan martabat profesi, memperkuat semangat pengabdian, serta menjadi pondasi bagi keberlanjutan transformasi Pendidikan.
“Memuliakan guru pada hakikatnya adalah memastikan tegaknya kemajuan bangsa dan daerah yang bermartabat,” pungkasnya. (ASR)










