Komoditas Lidi Nipah di Kukar Rutin Tembus Pasar Ekspor, Sekali Pengiriman Capai 4 Ton

Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah
Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Komoditas lidi nipah asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan performa positif di pasar internasional.

Produk kerajinan berbahan dasar tumbuhan nipah itu kini rutin dikirim ke sejumlah negara tujuan, dengan kapasitas ekspor yang mampu menembus hingga 4 ton dalam satu kali pengiriman.

Read More
banner 300x250

Pemerintah daerah menyebut tren ini sebagai bukti bahwa sektor industri kreatif dan hasil olahan alam lokal semakin berdaya saing.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Sayid Fathullah mengatakan, geliat ekspor ini tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir yang selama ini menjadi pengolah dan pemasok utama bahan baku. Menurutnya, lidi nipah termasuk komoditas yang potensial karena permintaan pasar luar negeri terus tumbuh stabil.

“Komoditas lidi nipah ini sudah rutin diekspor, dan dalam satu kali pengiriman bisa mencapai 4 ton. Ini menunjukkan produk lokal kita mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar internasional,” jelas Sayid Fathullah.

Ia menyebutkan bahwa selama beberapa tahun terakhir, pelaku usaha yang bergerak di bidang pengolahan lidi nipah semakin meningkat. Hal ini tak lepas dari dukungan pemerintah daerah melalui pendampingan, fasilitasi perizinan, hingga upaya perluasan jaringan pemasaran. Melalui program tersebut, Disperindag Kukar menargetkan lebih banyak UMKM dapat masuk ke pasar ekspor.

Menurut Sayid, lidi nipah menjadi salah satu komoditas yang diminati karena penggunaannya yang luas. Produk tersebut banyak dipakai sebagai bahan kerajinan, alat kebersihan, hingga material tambahan industri kreatif di luar negeri. Tingginya utilitas membuat permintaan terus berulang.

“Kita melihat komoditas ini punya keunggulan. Bahannya melimpah di daerah pesisir, mudah diolah, dan hasilnya sangat dibutuhkan oleh pasar global. Maka dari itu, kami terus mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produksi,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menilai ekspor lidi nipah berpotensi meningkatkan perekonomian lokal. Setiap proses pengolahan sampai pengepakan menyerap tenaga kerja, khususnya kaum perempuan yang banyak terlibat dalam proses pemilahan dan pengeringan bahan baku. Kondisi tersebut berdampak positif terhadap pendapatan rumah tangga di wilayah penghasil.

Sayid menegaskan bahwa ke depan Disperindag Kukar akan terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Tujuannya untuk memastikan komoditas unggulan seperti lidi nipah tetap berorientasi ekspor serta mampu menghadapi persaingan pasar global yang semakin ketat.

“Kami ingin produk asal Kukar semakin dikenal. Karena itu, keberlanjutan ekspor komoditas lidi nipah ini akan terus kami kawal. Mudah-mudahan kapasitas ekspor bisa ditingkatkan lagi ke depannya,” pungkasnya. (Adv/kik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *