Pasar Mangkurawang dan Tangga Arung Miliki Karakter Berbeda: Disperindag Kukar Atur Jam Operasional Sesuai Fungsi Pasar

Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah. (Istimewa)
Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah. (Istimewa)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengatur dan menata sistem perdagangan di dua pasar besar di Tenggarong, yakni Pasar Mangkurawang dan Pasar Tangga Arung.

Masing-masing pasar ini memiliki fungsi dan karakteristik berbeda, baik dari segi jam operasional, jenis komoditas, maupun segmentasi pengunjungnya.

Read More
banner 300x250

Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan bahwa Pasar Mangkurawang ditetapkan sebagai pasar induk subuh yang menjadi pusat aktivitas ekonomi sejak dini hari hingga pagi.

Sementara Pasar Tangga Arung lebih difokuskan sebagai pasar harian dan kawasan kuliner serta rekreasi masyarakat.

“Jam bukanya pun beda. Kalau di Tangga Arung itu berbeda dengan di Mangkurawang. Kalau Mangkurawang itu mulai jam 2 subuh sampai jam 10 pagi. Nah itu waktu-waktu orang untuk berbelanja dalam jumlah banyak, segar, dan murah,” kata dia pada Rabu (5/11/2025).

Pasar Mangkurawang kini dikenal sebagai pusat transaksi grosir dan kebutuhan pokok terbesar di Tenggarong.

Aktivitas perdagangan di pasar ini dimulai saat sebagian besar masyarakat masih terlelap. Pedagang dan pembeli sudah ramai sejak pukul 2 dini hari.

“Jam 2 subuh itu barang-barang dari hulu Mahakam, dari hilir juga sudah masuk ke pasar Mangkurawang. Jadi siapa yang mau belanja, mau mengecer lagi juga boleh, karena dijadikan pasar induk,” ungkap Fathullah.

Pasar ini menjadi rujukan utama pedagang kecil, pemilik warung, dan masyarakat yang ingin membeli kebutuhan dalam jumlah besar.

Dengan harga yang relatif lebih murah dan ketersediaan barang yang segar, pasar ini tumbuh menjadi penggerak ekonomi lokal di sektor bahan pokok.

Dia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai jam operasional pasar agar aktivitas belanja berjalan optimal.

“Masyarakat juga harus tahu jamnya. Jangan pergi belanja ke Mangkurawang itu jam 10 pagi, ya sudah sepi. Karena memang aktivitasnya subuh dan pagi,” tuturnya.

Berbeda dengan Pasar Mangkurawang yang berorientasi pada perdagangan subuh, Pasar Tangga Arung memiliki konsep pasar modern dan wisata malam.

Di pasar yang baru direvitalisasi itu nanti, kegiatan perdagangan dimulai sekitar pukul 7 hingga 8 pagi dan berlangsung hingga tengah malam.

“Untuk pasar Tangga Arung, dia ada jamnya. Antara jam 7-8 pagi sampai jam 12 malam. Bisa lebih sedikit nanti, kan kita atur waktunya,” terang dia.

Selain menyediakan area jual beli tradisional, Pasar Tangga Arung juga disiapkan sebagai pusat kuliner dan aktivitas sosial masyarakat. Di lantai atasnya akan tersedia area makan, minum, hingga tempat bersantai bagi warga Tenggarong.

“Karena di situ ada kulinerannya nanti di atas, untuk makan-makan, minum, nongkrong, nongki-nongki. Untuk olahraga juga silakan masyarakat beraktivitas di pasar Tangga Arung. Seperti itu konsepnya,” pungkas Fathullah. (ASR/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *