Disdikbud Kukar Sukses Adakan Workshop Pembuatan Film Dokumenter Jenjang SMP

Penutupan Workshop Pembuatan Film Dokumenter Jenjang SMP. (Lingkarkaltim/M. As'ari)
Penutupan Workshop Pembuatan Film Dokumenter Jenjang SMP. (Lingkarkaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sukses melaksanakan Workshop Pembuatan Film Dokumenter Jenjang SMP se-kabupaten tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi langkah awal dalam menumbuhkan minat dan bakat para pelajar di bidang perfilman, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan lokal melalui karya sinema.

Read More
banner 300x250

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Disdikbud Kukar ini diikuti oleh 13 sekolah dari berbagai kecamatan, di antaranya Tenggarong, Tenggarong Seberang, Muara Wis, Kenohan, Loa Kulu, dan Loa Janan.

Dalam pelatihan ini, para peserta baik siswa maupun guru pendamping mendapatkan materi langsung dari praktisi dan akademisi perfilman tentang penyutradaraan, penulisan naskah, sinematografi, dan teknik penyuntingan.

Kepala Bidang Kebudayaan, Puji Utomo menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan dasar pengetahuan bagi para pelajar tentang cara membuat film yang baik dan benar.

“Workshop ini bertujuan menjadi acuan bagi para sineas muda kita di jenjang SMP, agar mereka memahami bagaimana proses pembuatan video atau film pendek dari awal hingga akhir,” ucap dia kepada awak media, Selasa (7/10/2025).

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menanamkan nilai-nilai kebudayaan sejak dini.

“Tema yang kami pilih adalah budaya, karena memang tugas pokok kami di bidang kebudayaan adalah memasyarakatkan kebudayaan,” jelas Puji.

Selain itu, lanjut dia, kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan hari lahir Sultan Aji Muhammad Salehuddin II.

“Sehingga kami ingin tetap menonjolkan nilai-nilai budaya lokal,” ujarnya.

Puji mengatakan bahwa workshop ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Setelah dua hari mengikuti pembekalan, para peserta diberi waktu satu minggu untuk memproduksi film pendek berdurasi 8–15 menit bertema kebudayaan daerah.

“Setelah pelatihan ini selesai, mereka akan langsung membuat film pendek. Hasilnya nanti akan diputar dan dinilai oleh panitia. Dari situ akan dipilih karya terbaik,” pungkas dia. (ASR/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *