SLB Negeri Tenggarong Miliki Ratusan Murid Penyandang Disabilitas

SLB Negeri Tenggarong. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
SLB Negeri Tenggarong. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: SLB Negeri Tenggarong menjadi salah satu sekolah luar biasa dengan layanan pendidikan inklusif terbesar di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Saat ini, sekolah tersebut menampung lebih dari 200 siswa penyandang disabilitas dengan beragam kebutuhan khusus.

Read More
banner 300x250

Kepala SLB Negeri Tenggarong, Erni Sulistyaningsih, mengatakan para siswa yang belajar di sekolah tersebut berasal dari berbagai kategori disabilitas.

“Ada 200 lebih siswa di sini. Bermacam disabilitas ada di sini, dari tuna netra sampai ke double handicap ada,” ucap dia, Jumat (22/5/2026).

Tidak hanya berasal dari wilayah Tenggarong, sejumlah siswa juga datang dari daerah lain di Kaltim.

Bahkan, SLB Negeri Tenggarong menjadi tempat belajar sekaligus tinggal bagi siswa dari Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Ia menyebut, keberadaan asrama menjadi salah satu alasan banyak siswa dari luar daerah menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

“Ada titipan di asrama kemarin dari Kubar karena memang tidak ada asrama. Satu-satunya SLB yang berasrama di Kukar ini,” sebut Erni.

Dia mengungkapkan, mengajar anak berkebutuhan khusus tentu memiliki tantangan tersendiri.

Namun bagi tenaga pendidik di SLB Negeri Tenggarong, keterbatasan siswa bukan menjadi penghalang untuk memberikan pendidikan terbaik.

Ia menegaskan bahwa para guru dituntut untuk mampu memahami karakter dan kebutuhan setiap siswa agar proses belajar berjalan maksimal.

“Kami harus bisa, jadi memang anak-anak Bapak Ibu menitipkan anak-anak kepada kami,” tuturnya.

Erni menjelaskan, sistem pembelajaran di SLB dilakukan berdasarkan asesmen masing-masing siswa.

Dengan metode tersebut, kebutuhan pendidikan setiap anak dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan mereka.

Di tengah berkembangnya sistem pendidikan berbasis teknologi, SLB Negeri Tenggarong juga terus beradaptasi dengan kebutuhan pembelajaran modern.

Ia menerangkan, fasilitas pembelajaran di sekolahnya saat ini relatif memadai, termasuk dukungan digitalisasi pendidikan yang terus berkembang.

“Untuk pembelajaran, kita menyesuaikan dengan asesmen yang ada, disabilitas yang ada. Fasilitas-fasilitas, alhamdulillah semua tercukupi,” jelas dia.

Selain pembelajaran, fasilitas asrama pun sudah cukup terpenuhi di SLB Negeri Tenggarong.

“Kalau asrama, gedungnya dari provinsi. Untuk keperluan sehari-hari dari kabupaten,” kata Erni.

Tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, lanjut dia, SLB Negeri Tenggarong juga memberikan pembekalan keterampilan hidup bagi para siswanya agar siap terjun ke masyarakat.

Sekolah tersebut kini memiliki 11 jenis pelatihan keterampilan atau life skill yang dapat dipilih siswa sesuai minat dan kemampuan mereka.

Program itu menjadi bagian penting dalam menyiapkan kemandirian anak-anak penyandang disabilitas setelah lulus sekolah.

Tidak berhenti di pelatihan internal sekolah, para siswa juga mendapat kesempatan magang di berbagai perusahaan dan mengikuti pelatihan tambahan untuk meningkatkan kemampuan kerja mereka.

Ia berharap, SLB Negeri Tenggarong mampu membuka peluang yang lebih luas bagi siswa penyandang disabilitas untuk hidup mandiri dan memperoleh tempat di dunia kerja maupun masyarakat.

“Harapan ke depan, anak-anak bisa memiliki modal untuk terjun ke dalam masyarakat,” tutupnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *