Kukar Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen pada 2029, Sektor Pertanian Jadi Fondasi Utama

Sekda Kukar, Sunggono saat Memberikan Sambutan
Sekda Kukar, Sunggono saat Memberikan Sambutan
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 8 persen pada tahun 2029. Target ambisius ini ditegaskan Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, saat membuka Forum Group Discussion (FGD) dan penyerahan KTNA Award di Taman Teknologi Pertanian, Desa Bangun Rejo, Sabtu (4/10/2025).

Menurutnya, fondasi utama untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi tersebut terletak pada sektor pertanian dalam arti luas, termasuk subsektor peternakan, perikanan, dan ketahanan pangan. Sunggono menegaskan, transformasi ekonomi Kukar ke depan akan berfokus pada penguatan produksi sekaligus hilirisasi hasil pertanian.

Read More
banner 300x250

“Pertumbuhan ekonomi nasional ditargetkan mencapai delapan persen pada 2029. Di Kukar saat ini baru 5,6 persen. Karena itu, pusat-pusat pertanian harus menjadi motor utama dalam mempercepat laju ekonomi daerah,” jelas Sunggono.

Ia menguraikan, visi pembangunan Kukar tahun 2025–2030 adalah “Kukar Idaman Terbaik”, yang berlandaskan pada fondasi pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau. Pembangunan lima tahun ke depan diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui hilirisasi sektor pertanian, peningkatan layanan dasar masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal.

Sunggono juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya para petani dan nelayan, dalam menyusun program pembangunan yang realistis dan tepat sasaran. Ia berharap hasil FGD dapat menghasilkan pokok-pokok pikiran dan rekomendasi yang langsung menjawab persoalan pertanian di lapangan.

“Informasi dari para petani sangat penting. Tanpa data yang akurat, pemerintah bisa saja salah arah dalam menyusun program, karena itu sinergi harus terus dijaga,” ujarnya.

Sunggono menilai, kolaborasi dengan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pencapaian target pertumbuhan ekonomi. KTNA diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengidentifikasi persoalan pertanian dan mendorong percepatan program pangan daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, menambahkan bahwa sektor pertanian tengah diperkuat melalui pengendalian hama dan penyakit tanaman berbasis data lapangan. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas produksi pangan, terutama komoditas padi.

“Kami membentuk tim yang bekerja berdasarkan hasil analisa lapangan. Pengendalian dilakukan menggunakan pestisida, drone, atau secara manual, tergantung kondisi di lapangan. Ini semua bagian dari strategi meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan Kukar,” jelas Taufik.

Menurutnya, tantangan di lapangan cukup beragam, mulai dari hama tanaman hingga gangguan satwa seperti monyet dan landak. Oleh karena itu, Distanak mendorong kerja sama aktif dengan kelompok tani agar pengendalian lebih efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan FGD dan KTNA Award sendiri diharapkan menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas sektor, menyatukan persepsi antara pemerintah dan petani, serta merumuskan langkah konkret menuju Kukar sebagai salah satu lumbung pangan utama Kalimantan Timur.

“Kalau sektor pertanian kuat, maka target pertumbuhan ekonomi 8 persen di 2029 bukan hal yang mustahil,” tutup Sunggono optimistis. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *