KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kukar menggelar Pembekalan Kampung Keluarga Berkualitas dan Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas bertempat di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kamis (2/10/2025).
Kegiatan tersebut diikuti 60 peserta yang berasal dari 20 kecamatan se-Kukar.
Tujuan dilakukannya kegiatan pembekalan tersebut ialah untuk meningkatkan kompetensi para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), kader dan pengurus kampung KB berkualitas di Kukar.
Plt Kepala DPPKB Kukar, Dafip Haryanto mengatakan bahwa peserta yang hadir merupakan PLKB, kader dan pengurus kampung berkualitas yang sudah eksis atau yang sudah ada. Akan tetapi pada masing-masing kecamatan secara keseluruhan belum semua desa maupun kelurahan terbentuk kampung KB.
“Jika dilihat dari persentase saat ini untuk pembentukan kampung KB kita sebenarnya masih ada PR besar karena hingga saat ini capaiannya itu sekitar 70% masih ada 30% desa atau kelurahan yang belum terbentuk kampung KBnya,” ujar Dafip pada Lingkarkaltim usai sambutan acara pembekalan, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan penguatan lagi kepada masing-masing PLKB, kader dan juga pengurus kampung KB dengan harapan kampung KB yang sudah terbentuk harus terus dipertahankan dan juga ditingkatkan kualitasnya dalam pengelolaan program-program yang ada.
Ia juga mengatakan bahwa, dalam kegiatan ini juga telah disampaikan ada program baru dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Pusat yang perlu dilakukan pembaharuan dalam pengelolaan secara administratif dan juga pengelolaan program-program yang dilakukan oleh para PLKB, kader dan juga pengurus kampung KB.
“PLKB,kader dan pengurus kita harapkan nanti bisa menularkan ide-ide baru ke pemerintah desa yang lain, jadi kalau kita lihat memang kita harus kerja keras untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kampung KB yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tegasnya.
Dafip mengharapkan setelah dilakukannya pembekalan ini ada peningkatan kualitas dalam hal pengelolaan administratif, dapat mensosialisasikan lagi secara masif kepada masyarakat, keterlibatan mitra dan juga masyarakat dalam pengelolaan kampung KB dan pemerintah desa.
“Kampung KB ini tidak seperti kampung yang berdiri sendiri, seperti wujud kampung gitu, padahal kan itu hanya nama saja bagaimana itu sebagai wadah untuk pengelolaan program Kemendukbangga yang ada di tingkat desa. Kami berharap persoalan-persoalan yang ada di lapangan dalam pengelolaan kampung KB bisa dipecahkan bersama dan pengelolaan kampung KB ini bisa lebih bagus lagi, maksimal dan berkualitas untuk mewujudkan ketahanan masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara,” harapnya.
Dirinya juga menambahkan, PLKB dan kader di tingkat desa juga melaksanakan kegiatan yang secara rutin dilakukan untuk mendukung terhadap Program Bangga Kencana, seperti pelayanan KB, Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), dan beberapa kegiatan penguatan di sisi bina keluarga remaja dan balita yang juga dikolaborasikan dengan program perangkat daerah yang lain seperti DPMD, Posyandu, dan sebagainya. (Adv/Tri)










