Disdikbud Kukar Fokuskan Persiapan Tari Massal dan Pentas Seni di Festival Erau 2025

Kabid Kebudayaan, Disdikbud Kukar, Puji Utomo
Kabid Kebudayaan, Disdikbud Kukar, Puji Utomo
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Festival Budaya Erau Adat Kutai 2025 semakin dekat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Kebudayaan kini tengah mematangkan sejumlah persiapan penting, mulai dari tarian massal pembukaan hingga pentas seni budaya tradisional yang akan digelar di Stadion Rondong Demang, Tenggarong.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengungkapkan bahwa persiapan tari massal sudah berlangsung sejak awal September. Latihan dimulai di halaman Kantor Bupati Kukar hingga 6 September, sebelum dipindahkan ke stadion untuk pemantapan.

Read More
banner 300x250

“Tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan sudah berjalan sesuai jadwal. Tarian massal ini menjadi salah satu ikon dalam pembukaan Erau,” jelasnya, Kamis (11/9/2025).

Ia menambahkan, pembukaan Festival Erau 2025 akan sarat dengan nuansa budaya. Tari massal tersebut melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan, yang diharapkan mampu mencerminkan kekayaan seni masyarakat Kutai Kartanegara.

“Intervensi kami lebih banyak pada tarian massal dan seremonial pembukaan. Itu adalah momen sakral sekaligus daya tarik utama,” lanjutnya.

Selain tari massal, pentas seni budaya tradisional juga akan menjadi agenda penting. Disdikbud Kukar memberikan ruang bagi seniman lokal untuk menampilkan karya mereka, baik berupa tari, musik, maupun pertunjukan khas tradisi daerah. Menurut Puji, hal ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap seniman yang membutuhkan wadah berekspresi.

Antusiasme masyarakat untuk ikut serta pun cukup tinggi. Banyak kelompok seni yang mendaftarkan diri untuk tampil. Namun, karena keterbatasan anggaran dan kapasitas venue, Disdikbud Kukar membatasi jumlah peserta.

“Sebenarnya daftar peserta sangat banyak, tapi karena keterbatasan pembiayaan, sementara waktu kita batasi. Fokusnya pada pertunjukan budaya tradisi,” kata Puji.

Meski ada pembatasan, konsep festival tidak berubah dari tahun-tahun sebelumnya. Bedanya, tahun ini pentas seni dibuka lebih luas untuk umum, sehingga tidak hanya melibatkan perwakilan kecamatan.

“Kalau sebelumnya banyak diikuti kecamatan, tahun ini kita buka umum. Artinya, siapa pun pelaku seni bisa ikut, dengan tetap memperhatikan kriteria budaya tradisi,” ujarnya.

Puji juga menekankan bahwa seni adalah jiwa masyarakat yang perlu difasilitasi. Festival Erau, menurutnya, adalah momentum penting untuk menyalurkan energi kreatif seniman agar tetap produktif dan tidak kehilangan ruang berkarya.

“Jiwa seni itu gelisah kalau tidak ada tempat berekspresi. Erau ini salah satu wadah yang kami sediakan untuk mereka,” ucapnya.

Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), turut dilakukan. Hal ini untuk memastikan seluruh rangkaian festival berjalan aman dan tertib.

“Kami terbuka bagi SKPD atau organisasi yang ingin berpartisipasi. Kalau mau datang silakan, kalau tidak pun kami sudah siapkan koordinasinya,” tambah Puji.

Sementara itu, beberapa kegiatan pendukung sudah berjalan lebih dulu. Salah satunya adalah lomba bubat ikan yang sudah memasuki babak final. Puji menyebut, final lomba akan digelar setelah Erau agar tidak berbenturan dengan fokus keamanan saat festival berlangsung.

“Kalau berbarengan dengan Erau, kasihan tenaga keamanannya. Jadi kita atur setelah Erau selesai,” jelasnya.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Disdikbud Kukar optimistis Festival Budaya Erau Adat Kutai 2025 akan berlangsung meriah. Pemerintah berharap perhelatan budaya ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media edukasi sekaligus upaya melestarikan warisan leluhur Kutai yang kaya nilai sejarah dan seni. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *