KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) semakin memperkuat langkah pengendalian hama penyakit tanaman untuk melindungi lahan pertanian masyarakat. Tahun 2025, program bantuan pestisida dan pendampingan teknis terus digencarkan agar serangan hama tidak menimbulkan kerugian besar bagi petani.
Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Taufik, mengatakan bahwa mekanisme pengendalian dilakukan secara responsif melalui laporan dari petani.
“Pestisida kita bantukan ketika ada laporan hama penyakit dari masyarakat. Jadi masyarakat harus melapor agar segera bisa ditangani,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (5/9/2025).
Setelah menerima laporan, Distanak segera mengerahkan petugas ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Apabila ditemukan gejala serangan, petugas akan langsung melakukan tindakan pengendalian. Selanjutnya, dinas memberikan bantuan pestisida sesuai kebutuhan di lokasi terdampak.
“Begitu ada laporan, petugas turun. Kalau ada gejala serangan, hamanya dikendalikan. Kemudian kami berikan bantuan pestisida untuk mendukung proses pengendalian di lapangan,” jelas Taufik.
Ia menambahkan, sepanjang tahun ini sudah ada sejumlah lokasi pertanian di Kukar yang terdampak serangan hama. Distanak dengan cepat menyalurkan bantuan pestisida dan hasilnya terbukti efektif.
“Hasil bantuannya cukup bagus dan sesuai harapan, hama bisa dibasmi dan tanaman kembali pulih,” katanya.
Langkah cepat tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah menjaga ketahanan pangan. Dengan luasnya lahan pertanian di Kukar, potensi serangan hama memang tidak bisa dihindari. Namun, Taufik memastikan Distanak siap bergerak cepat selama ada laporan dari petani.
“Kalau petani tidak melapor, kami tentu tidak bisa tahu kondisi di lapangan. Karena itu, kami minta petani aktif memberikan laporan agar pengendalian bisa segera dilakukan,” tegasnya.
Selain pestisida, Distanak juga mengoptimalkan penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk melakukan pemantauan rutin. Hal ini bertujuan agar serangan hama bisa dicegah sejak dini dan tidak meluas.
Dengan sistem ini, Distanak Kukar berharap produktivitas pertanian tetap terjaga. Petani pun diharapkan tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tetapi juga menerapkan pola budidaya yang sehat dan ramah lingkungan untuk mencegah munculnya hama penyakit baru.
“Intinya, pengendalian hama ini adalah kerja sama. Pemerintah hadir memberikan dukungan, tapi petani juga harus aktif menjaga lahannya,” tutup Taufik. (IDN/ADV)










