FTBI Kukar Jadi Wadah Regenerasi Bahasa Daerah

FTBI Tingkat Kabupaten Kukar
FTBI Tingkat Kabupaten Kukar
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Bahasa daerah dinilai sebagai identitas yang harus terus dijaga. Guna menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa Kutai, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 yang berlangsung 4–6 September di Aula Lantai 3 Disdikbud Kukar.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menegaskan bahwa FTBI bukan hanya sekadar ajang lomba, tetapi juga sarana regenerasi penutur bahasa daerah di kalangan anak muda. Menurutnya, perkembangan zaman membuat anak-anak semakin jarang menggunakan bahasa Kutai dalam percakapan sehari-hari.

Read More
banner 300x250

“Melalui festival ini, kita ingin mengingatkan generasi muda bahwa bahasa daerah adalah identitas yang harus terus dijaga. Bahasa Kutai adalah bahasa kita, bahasa Ibu yang menjadi bagian dari jati diri masyarakat Kukar,” ujarnya pada Kamis (4/9/2025).

Puji mengungkapkan bahwa fenomena menurunnya penutur bahasa daerah tidak hanya terjadi di Kukar, melainkan juga di daerah lain. Saat bertugas di Jakarta, ia menemukan bahwa masyarakat Jawa pun mengeluhkan hal yang sama, anak-anak mereka sudah jarang menggunakan bahasa Jawa di rumah maupun lingkungan sekitar.

“Artinya, persoalan ini tidak hanya milik kita. Bahkan di daerah dengan budaya Jawa yang sangat kental pun mengalami hal serupa. Maka FTBI hadir sebagai langkah nyata untuk mengembalikan semangat anak-anak mencintai bahasa Ibu,” jelasnya.

Ia juga menyoroti perbedaan dialek bahasa Kutai, baik di pesisir, penghuluan, maupun Tenggarong. Meski ada perbedaan pengucapan, namun semuanya tetap bagian dari kekayaan bahasa Kutai yang patut dibanggakan.

“Bahasa Kutai itu beragam, tapi tetap satu, yaitu bahasa Ibu kita,” tuturnya.

FTBI, lanjut Puji, diharapkan mampu menjadi wadah kreatif bagi pelajar untuk menampilkan keterampilan berbahasa daerah melalui berbagai cabang lomba. Dengan begitu, mereka tidak hanya belajar teori di sekolah, tetapi juga menghayati praktik berbahasa di atas panggung.

Selain itu, ia memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak berkecil hati apabila belum berhasil meraih juara.

“Yang terpenting adalah keberanian tampil. Kalian sudah menjadi pemenang karena mampu berdiri di panggung membawa nama Kukar dan bahasa Kutai,” tegasnya.

Disdikbud Kukar, tambah Puji, akan terus mendorong agar FTBI menjadi agenda tahunan yang konsisten, sehingga semakin banyak generasi muda terlibat aktif dalam pelestarian bahasa daerah. Dukungan guru dan orang tua juga dinilainya sangat penting dalam membentuk kebiasaan anak-anak menggunakan bahasa Kutai dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya FTBI 2025, Kukar berharap mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki rasa bangga terhadap bahasa dan budaya daerahnya.

“Bahasa adalah warisan, dan tugas kita bersama untuk menjaganya agar tidak hilang ditelan zaman,” tutup Puji Utomo. (IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *