Distanak Kukar Tekankan Pentingnya Kesehatan Tanah untuk Pertanian Berkelanjutan

Lahan Siap Tanam di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kukar
Lahan Siap Tanam di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kukar
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan pentingnya menjaga kesehatan tanah sebagai kunci utama dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. Tanah yang sehat diyakini mampu mendukung stabilitas produksi pangan, meskipun luas lahan pertanian di Kukar terus mengalami penurunan.

Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Taufik, menjelaskan bahwa produksi pangan di Kukar masih stabil berkat kerja keras petani dan jajaran dinas. Namun, tantangan utama saat ini adalah bagaimana mempertahankan kualitas tanah agar tetap subur.

Read More
banner 300x250

“Kesehatan tanah merupakan bagian penting dalam proses pertanian. Dengan tanah yang sehat, maka produksi pertanian bisa dijaga,” ungkap Taufik, Jum’at  (5/9/2025).

Menurutnya, kesehatan tanah adalah gambaran kondisi tanah yang memiliki cukup nutrisi, mampu menopang pertumbuhan tanaman, serta mendukung fungsi ekologis. Sebaliknya, tanah yang terdegradasi akan kehilangan daya dukungnya terhadap sektor pertanian.

“Tanah bukan hanya sekadar media tumbuh tanaman, tapi juga berfungsi menyerap dan menyaring air, menyediakan nutrisi, menjadi habitat fauna dan flora, bahkan berperan dalam menentukan iklim global,” terangnya.

Taufik mengingatkan, jika tanah terus terdegradasi, dampaknya tidak hanya pada penurunan produktivitas pertanian. Kondisi ini juga dapat mengganggu ketersediaan air bersih, mengancam keanekaragaman hayati, hingga memperburuk perubahan iklim karena berkurangnya kemampuan tanah menyerap karbon dioksida (CO₂).

Untuk itu, Distanak Kukar selalu meminta laporan rutin dari setiap wilayah pertanian. Langkah ini dilakukan agar kondisi tanah dan hasil produksi bisa terus dipantau, sehingga apabila ada penurunan kualitas langsung diantisipasi dengan cepat.

“Kalau terjadi penurunan produksi, petugas segera melaporkan kondisi yang ada. Dengan begitu, kami bisa mengambil sikap dan mencarikan solusi secepatnya,” tegas Taufik.

Ia menambahkan, menjaga kesehatan tanah tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan integrasi konsep kesehatan tanah ke dalam kerangka kerja yang lebih luas, yaitu ketahanan tanah.

“Ketahanan tanah berarti memelihara dan meningkatkan sumber daya tanah agar tetap mampu menghasilkan pangan, air, serta menjaga keanekaragaman hayati. Ini juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem,” pungkasnya. (IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *