KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya menjaga produktivitas pertanian daerah. Salah satu strategi yang kini digencarkan adalah mendorong petani agar segera mengolah tanah pasca panen, tanpa menunggu terlalu lama.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, mengatakan percepatan olah tanah ini penting untuk menjaga siklus tanam agar tidak terhambat oleh faktor cuaca maupun keterbatasan waktu tanam.
“Kami instruksikan penyuluh pertanian lapangan (PPL) agar mendampingi petani supaya langsung bergerak setelah panen. Jangan terlalu lama istirahat,” jelas Taufik, Jumat (4/9/2025).
Menurutnya, strategi ini juga sejalan dengan prakiraan BMKG yang menyebut tahun ini masih dalam periode kemarau basah. Kondisi tersebut membuat pola tanam harus benar-benar disesuaikan agar lahan tidak terbuang percuma.
“Kalau menunggu terlalu lama, bisa saja lahan tidak sempat ditanami lagi karena perubahan cuaca yang cepat,” tambahnya.
Di beberapa wilayah, seperti Muara Kaman, para petani baru saja menyelesaikan masa panen. Distanak mendorong mereka agar segera memanfaatkan momentum ketersediaan air untuk kembali mengolah tanah.
“Ini momentum bagus, karena hujan masih ada. Jadi setelah panen jangan berhenti terlalu lama,” tegasnya.
Selain itu, Taufik menyebut Bulog siap menyerap gabah hasil panen petani. Dengan adanya serapan ini, petani tidak perlu khawatir menumpuk hasil panen terlalu lama, sehingga bisa segera fokus pada musim tanam berikutnya.
“Gabah sudah bisa dibantu serap oleh Bulog, jadi petani lebih leluasa untuk kembali menanam,” ungkapnya.
Distanak Kukar juga menyiapkan dukungan sarana produksi, termasuk identifikasi kebutuhan pompa irigasi dan mekanisasi pertanian. Hal ini untuk memastikan petani tidak terkendala air maupun tenaga saat mempercepat olah tanah.
“Pompa irigasi sedang kita usulkan, agar petani tetap bisa olah tanah meski musim kemarau,” jelas Taufik.
Ia menegaskan, percepatan olah tanah pasca panen merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan produksi dan menjaga ketahanan pangan di Kukar. Dengan pola tanam yang berkesinambungan, kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga meskipun menghadapi cuaca ekstrem.
“Kalau olah tanah dilakukan cepat, maka dalam setahun bisa lebih optimal masa tanamnya. Dampaknya tentu produksi padi dan hortikultura meningkat, sehingga kita tidak kekurangan pasokan,” paparnya.
Distanak Kukar berharap seluruh petani di kecamatan aktif bekerja sama dengan penyuluh lapangan agar strategi ini berjalan efektif.
“Kami ingin sinergi yang kuat antara penyuluh dan petani. Dengan begitu, program percepatan olah tanah ini benar-benar bisa terealisasi,” pungkas Taufik. (IDN/ADV)










