KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkomitmen memperkuat ketangguhan petani, peternak, dan nelayan dalam menghadapi tantangan pangan dan energi di masa depan. Hal ini sejalan dengan misi kedua pembangunan Kukar Idaman yang menekankan peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis sektor pertanian.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa program-program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menumbuhkan semangat kelembagaan tani agar lebih mandiri.
“Kalau petani, peternak, dan nelayan tangguh, itu pasti memberi efek luas bagi sektor lain. Karena itu tugas dan tantangan kami adalah bagaimana memfasilitasi mereka agar lebih kuat lagi, baik melalui pendampingan maupun intervensi kebijakan,” ujarnya pada Minggu (24/8/2025).
Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah diwujudkan melalui pengawalan langsung di lapangan, termasuk penyediaan sarana, prasarana, serta memfasilitasi kelompok tani, KTNA, Gapoktan, hingga KWT agar terus berkembang.
“Beberapa hari terakhir hujan turun, artinya tidak ada alasan untuk berhenti menanam. Petani harus terus bergerak, sementara pemerintah daerah hadir untuk mendampingi, mengawal, dan memastikan semua kebutuhan intervensi terpenuhi,” jelasnya.
Menurut Taufik, semangat memperkuat ketahanan pangan di Kukar selaras dengan cita-cita menuju swasembada pangan dan energi. Ia berharap seluruh kelembagaan pertanian di Kukar semakin solid dalam mendukung program tersebut.
“Dengan semangat HUT ke-80 RI, kami mengajak jajaran pertanian dalam arti luas, kelembagaan petani, asosiasi petani, semuanya untuk meningkatkan semangat membangun pertanian Kukar. Tujuannya satu: kemandirian pangan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(IDN/ADV)










