KUKAR, LINGKARKALTIM: Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara, Muhammad Taufik, menegaskan pentingnya penguatan organisasi profesi penyuluh pertanian dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di daerah. Menurutnya, keberadaan organisasi profesi bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi juga instrumen strategis untuk memperjuangkan kebutuhan anggotanya.
Taufik menyampaikan, meski secara administrasi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) berada di bawah naungan pemerintah, secara profesi mereka juga dinaungi oleh Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani). Oleh sebab itu, sinergi antara keduanya sangat dibutuhkan agar peran penyuluh semakin maksimal.
“Di satu sisi, PPL adalah aparat pemerintah. Di sisi lain, mereka juga bagian dari organisasi profesi. Dua langkah ini harus berjalan seirama supaya program pertanian bisa berjalan efektif,” ujar Taufik pada Selasa (19/8/2025).
Menurutnya, organisasi profesi penyuluh pertanian harus tampil lebih aktif dalam memperjuangkan kepentingan anggotanya, termasuk peningkatan kapasitas, dukungan fasilitas, hingga aspek kesejahteraan. Dengan begitu, keberadaan organisasi profesi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh penyuluh di lapangan.
Taufik menekankan, soliditas kepengurusan baru organisasi profesi penyuluh di Kukar menjadi kunci dalam memperkuat kiprah mereka. Ia berharap kepengurusan yang baru dikukuhkan dapat bekerja lebih terarah, kompak, serta mampu menjembatani aspirasi penyuluh pertanian kepada pemerintah daerah.
“Kita optimistis, dengan kepengurusan yang solid dan berpengalaman, peran organisasi profesi ini bisa lebih terasa dampaknya, baik bagi penyuluh maupun untuk kemajuan pertanian Kukar secara keseluruhan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa penyuluh merupakan garda terdepan dalam mendampingi petani. Keberadaan mereka di lapangan sangat penting, tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga memotivasi, memfasilitasi, serta membimbing petani dalam menerapkan inovasi teknologi pertanian.
Selain itu, Taufik menyebut bahwa pemerintah daerah melalui Distanak Kukar akan terus memberikan dukungan bagi para penyuluh, baik melalui program maupun kebijakan. Dukungan itu diharapkan mampu meningkatkan semangat para penyuluh sekaligus memperkuat hubungan kerja sama dengan organisasi profesi mereka.
“Harapannya, organisasi profesi penyuluh ini tidak hanya sekadar nama, tetapi benar-benar menjadi mitra kuat pemerintah dalam mengawal program pembangunan pertanian. Perannya harus nyata, baik dalam memperjuangkan kesejahteraan anggota maupun mendukung petani di lapangan,” jelasnya.
Dengan peran organisasi profesi yang lebih solid, Taufik meyakini penyuluh pertanian di Kukar akan semakin profesional dan berdaya saing. Hal ini pada akhirnya akan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas petani serta pencapaian ketahanan pangan daerah.(IDN/ADV)










