KUKAR, LINGKARKALTIM: Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa program Beasiswa Kukar Idaman akan menjadi tulang punggung (backbone) dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah. Hal itu ia sampaikan pada Sabtu (16/8/2025).
Aulia menjelaskan, perlu ada pemahaman yang jelas antara beasiswa dan bantuan stimulan. Menurutnya, beasiswa merupakan pembiayaan penuh yang diberikan kepada mahasiswa sejak awal kuliah hingga selesai, sementara bantuan stimulan hanya bersifat sekali pakai atau single use.
“Kalau beasiswa itu pembiayaan penuh, misalnya yang kita berikan untuk mahasiswa di STAN, LPTQ, LBG PTIK, dan lainnya. Tapi kalau bantuan stimulan, sifatnya hanya sekali dan tidak boleh ganda dengan bantuan stimulan lain,” terangnya.
Aulia menambahkan, sempat terjadi perbincangan di masyarakat terkait bantuan stimulan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa program tersebut tetap penting sebagai bagian dari dukungan pemerintah daerah, sekaligus upaya kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
“Kalau kemarin sempat ramai, itu sebenarnya terkait bantuan stimulan. Tapi kita tetap komitmen menjadi backbone untuk mendukung pendidikan anak-anak Kukar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Aulia memaparkan adanya pembagian kewenangan dalam penyelenggaraan pendidikan. Pemerintah kabupaten/kota bertanggung jawab hingga tingkat SMP, pemerintah provinsi untuk SMA, sedangkan jenjang perguruan tinggi menjadi pilihan yang difasilitasi melalui skema beasiswa maupun stimulan.
“Harapan kita ke depan adalah bisa memenuhi kebutuhan SDM Kukar, khususnya tenaga terdidik dan terampil. Itu bisa kita capai melalui proses pendidikan, baik diploma, sarjana, maupun jenjang lainnya,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan SDM merupakan fondasi penting dalam pembangunan Kukar secara menyeluruh. Dengan dukungan beasiswa yang tepat sasaran, diharapkan generasi muda Kukar dapat bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Melalui Beasiswa Kukar Idaman ini, kita ingin memastikan anak-anak kita bisa menempuh pendidikan sesuai minat dan kebutuhan daerah. Dengan begitu, mereka bisa berkontribusi nyata bagi pembangunan,” ungkap Aulia.
Program Beasiswa Kukar Idaman sendiri kini menjadi salah satu prioritas daerah, yang tidak hanya memberi kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi, tetapi juga mendorong lahirnya generasi unggul dan kompetitif.(IDN/ADV)










