KUKAR, LINGKARKALTIM: Untuk menjawab tantangan rendahnya populasi ternak lokal, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas upaya pengadaan bibit dengan menggandeng daerah-daerah sumber ternak resmi yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian.
Kepala Distanak Kukar, Muhamad Taufik melalui Staf Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Kukar, Nelva Aflinda, menyebut Kukar bukanlah daerah sumber bibit ternak. Oleh sebab itu, Pemkab Kukar mengambil langkah strategis dengan mendatangkan bibit sapi dan kambing dari berbagai daerah seperti Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, hingga Konawe Selatan di Sulawesi Tenggara.
“Untuk sapi, kami datangkan dari daerah sumber resmi seperti Bali dan NTB, juga Sulawesi Selatan dan Konawe Selatan. Sementara kambing, kami ambil dari Pulau Jawa, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ungkap Nelva saat ditemui di Tenggarong.
Menurutnya, hal ini menjadi langkah krusial untuk menambah populasi ternak di Kukar yang masih tergolong rendah. Proses pengadaan ternak juga melibatkan supplier berizin dan terpercaya demi menjamin kualitas bibit yang didatangkan.
Distanak Kukar bahkan telah menjalin perjanjian kerja sama (PKS) langsung dengan pemerintah daerah lain, seperti Lombok Timur. Melalui kerja sama ini, Pemkab Kukar tak hanya mendapat suplai bibit, tetapi juga membuka peluang transfer pengetahuan serta manajemen peternakan antar daerah.
“Kerja sama ini mempermudah pengadaan sekaligus menjamin bahwa ternak yang masuk Kukar memang dari sumber terpercaya. Kita juga jadi bisa belajar soal manajemen peternakan dari daerah yang sudah lebih dulu maju,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, jumlah ternak yang didatangkan disesuaikan dengan besaran anggaran tahunan. Anggaran tersebut berasal dari dana murni APBD Kukar maupun dukungan melalui program pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kukar.
“Jumlah pengadaan tergantung anggaran yang ada. Kami menggabungkan anggaran dari Dinas dengan pokir dewan, baru dihitung berapa ekor ternak yang bisa didatangkan tahun itu,” katanya.
Nelva menambahkan, ternak yang sudah didistribusikan kepada kelompok tani akan mendapatkan pendampingan lanjutan berupa pembinaan teknis dan pengawasan kesehatan hewan oleh tim dari Distanak Kukar. Ini untuk memastikan bahwa ternak yang telah disalurkan tumbuh sehat dan produktif.
Langkah-langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kukar dalam membangun sektor peternakan yang mandiri, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani ternak lokal.
“Dengan adanya kerja sama lintas daerah, pembinaan, serta sistem distribusi yang terarah, kami berharap populasi dan produktivitas ternak di Kukar akan terus meningkat di masa mendatang,” tutupnya.(IDN/ADV)










