KUKAR, LINGKARKALTIM: Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, menyoroti beberapa persoalan pembangunan di wilayahnya, terutama menyangkut infrastruktur dasar, layanan kesehatan, pendidikan, serta komunikasi. Sebagai kecamatan terjauh dan terpelosok di Kutai Kartanegara (Kukar), ia menegaskan pentingnya perhatian serius dari pemerintah daerah agar kemajuan di wilayah hulu ini bisa terus berlanjut.
“Infrastruktur masih menjadi poin besar bagi kami. Karena dampak ekonominya luar biasa, akses itu menentukan perdagangan, pengembangan wilayah, dan kemajuan masyarakat,” ujar Rakhmadani, Kamis (7/8/2025).
Ia mengapresiasi pembangunan jalan menuju Tabang yang menurutnya sudah menunjukkan kemajuan signifikan. Namun demikian, masih ada sisa jalur sepanjang 1,5 kilometer yang belum rampung.
“Alhamdulillah tahun ini sudah dipersiapkan untuk dibangun. Mudah-mudahan tidak termasuk yang dirasionalisasi,” katanya.
Selain jalan, ia juga menyoroti kebutuhan pembangunan jembatan di sejumlah desa yang masih mengalami kesulitan akses, terutama untuk kendaraan roda empat dan roda enam. Beberapa titik kritis yang disebutkannya adalah jalur antara Desa Bilatalang ke Umaq Bekuay, dari Umaq Bekuay ke Sidomulyo, serta dari Tabang Lama ke Umaq Tukung.
“Ini menjadi kendala bagi semangat pengembangan masyarakat. Kami harap pembangunan jembatan ini bisa masuk dalam program prioritas pemerintah daerah,” tegasnya.
Di sektor komunikasi, meski secara umum jaringan berjalan cukup baik, beberapa desa diwilayahnya masih mengalami kendala sinyal lemah atau low signal. Desa yang terdampak antara lain Umaq Dian, Umaq Tukung, sebagian Tabang Lama, Kampung Baru, Sido Mulyo, dan Buluq sen.
“Permasalahan ini memang belum terlalu parah, tapi tetap menjadi hambatan, terutama saat masyarakat membutuhkan koneksi stabil untuk keperluan pendidikan atau layanan darurat,” jelasnya.
Masalah krusial lainnya adalah ketersediaan tenaga medis. Saat ini, dua puskesmas di Tabang masih ditangani oleh satu tim tenaga medis, dengan satu dokter umum yang hampir memasuki masa pensiun.
“Jika tidak ada regenerasi dokter, ini akan menjadi masalah serius. Kasihan masyarakat yang butuh layanan kesehatan,” ungkapnya.
Rakhmadani berharap pemerintah daerah dapat mendorong pengiriman tenaga medis tambahan, baik dokter umum maupun dokter spesialis, agar layanan kesehatan di wilayahnya dapat berjalan optimal dan merata.
Sementara itu, di sektor pendidikan, ia juga mencatat masih adanya beberapa sekolah yang membutuhkan rehabilitasi infrastruktur. Pihak kecamatan berencana untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan kondisi fisik sekolah yang perlu segera diperbaiki.
“Sudah ada beberapa sekolah yang masuk dalam anggaran rehabilitasi oleh pemerintah daerah, namun pengecekan ulang tetap kami lakukan agar tepat sasaran,” pungkasnya.(IDN/ADV)










