Disdikbud Kukar Dorong Duta Literasi dan Numerasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrillian Noor
Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrillian Noor
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara terus mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan literasi dan numerasi. Salah satu upaya strategis yang kini tengah dijalankan adalah program Duta Literasi dan Numerasi di jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrillian Noor, menjelaskan bahwa program ini masih dalam tahap pengembangan. Namun, ia menaruh harapan besar pada kehadiran para duta sebagai agen perubahan yang mampu menginspirasi dan menggerakkan budaya literasi di lingkungan sekolah.

Read More
banner 300x250

“Harapannya, duta-duta literasi dan numerasi ini bisa mengajak siswa lain untuk lebih semangat belajar, terutama dalam hal membaca dan berhitung. Karena sekarang, budaya membaca itu sudah mulai ditinggalkan. Baca buku malas, bahkan baca media sosial pun kadang setengah-setengah, akhirnya informasi yang didapat juga separuh-separuh,” ujarnya, Kamis (7/8/2025).

Ia menegaskan bahwa kemampuan literasi dan numerasi menjadi indikator penting dalam rapor pendidikan yang dirilis pemerintah pusat. Oleh karena itu, peningkatan pada dua aspek ini menjadi fokus utama, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar (SD) yang dinilai masih perlu penguatan.

“Saat ini, nilai literasi di tingkat SMP sudah baik. Tapi di SD, masih agak kurang. Kalau tidak kita kejar, nilai rapor pendidikan kita akan terus turun. Makanya ini harus jadi perhatian serius,” tegasnya.

Untuk mendukung program ini, Disdikbud Kukar juga telah melakukan pengadaan alat bantu dan media pembelajaran yang mendukung literasi dan numerasi. Alat peraga tersebut diharapkan bisa membuat siswa lebih senang dalam belajar membaca dan berhitung.

“Anak-anak harus senang dulu. Kalau sudah senang, mereka akan lebih mudah memahami konsep literasi dan numerasi. Itu sebabnya kami bantu sekolah dengan alat-alat peraga agar proses belajar lebih menarik,” jelas Thauhid.

Ia juga menyoroti pentingnya masa transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke SD. Menurutnya, aturan yang melarang pengajaran matematika di PAUD berdampak pada kesiapan siswa saat masuk SD, sehingga peran guru SD menjadi lebih krusial.

“Di PAUD sekarang tidak boleh lagi ada pelajaran berhitung atau matematika. Akhirnya, saat masuk SD, siswa agak kesulitan. Makanya kita kejar lagi di SD dengan pendekatan yang menyenangkan,” ucapnya.

Disdikbud Kukar berharap, melalui program duta literasi dan numerasi ini, seluruh sekolah di Kukar dapat menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil rapor pendidikan nasional.

“Target kita, nilai rapor pendidikan Kukar bisa meningkat ke kategori baik sekali. Tapi itu tidak bisa instan, perlu kerja keras bersama, dari sekolah, guru, orang tua, dan tentu saja para siswa,” tutup Thauhid.(IDN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *