KUKAR, LINGKARKALTIM : Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kukar menjadi salah satu dari tiga desa di Indonesia, yang masuk dalam penilaian Based Tourism Village (BTV) di 2025 ini. Adapun dua desa diantaranya yaitu desa Taro Bali dan desa Bile Bante dari Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pela Alimin menyebutkan, wisata desa Pela dipilih oleh Kementerian Pariwisata RI, untuk mengikuti penilaian BTV. Dalam penilaian ini pastinya sangat berat, karena lawannya ialah wisata desa di sejumlah negara.
“Kita tengah fokus yang diminta oleh tim penilaian, untuk menjadi nominasi wisata terbaik di internasional,” sebut Alimin pada Lingkarkaltim, Minggu (20/4/2025).
Ia mengatakan, wisata desa Pela telah masuk kriteria dalam penilaian BTV. Penilaian tersebut telah dilakukan pada 22-26 Februari 2025. Adapun yang diminta dalam penilaian itu ialah, setiap wisata desa harus melengkapi dokumen persyaratan, wisata memiliki program pemberdayaan masyarakat, peningkatan perekonomian masyarakat dan lainnya.
“Penilaian dilakukan oleh juri dari Malaysia. Tapi dalam penilaian itu, terdapat catatan yakin diminta untuk membuat lahan parkir lebih luas,” katanya.
Hal itu bertujuan, untuk mengantisipasi membludaknya kunjungan wisata ke desa Pela. Karena, untuk menuju desa Pela harus menggunakan perahu. Sementara kendaraan pengunjung wisata di tinggal pada saat sebelum menyeberangi Sungai Mahakam.
“Kami berharap, dengan adanya penilaian ini kita bisa mewakili Indonesia di dunia pariwisata. Komitmen telah dibuktikan oleh Desa Pela secara bertahap, dalam memajukan dan mengembangkan sektor pariwisata,” harapnya.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Pariwisata Arianto melalui Kabid Pengelolaan Pariwisata M Ridha Fatrianta menjelaskan, Dispar turut mendampingi dalam melakukan penilaian BTV, oleh tim juri dari Malaysia. Hal ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah, terhadap sektor pariwisata, khususnya dalam pengembangan wisata desa.
“Jika Desa Pela lolos dalam penilaian BTV, maka akan ada tindak lanjut berupa program-program pengembangan dari UNWTO (Organisasi Pariwisata Dunia) yang berada di bawah naungan PBB. Hasil penilaian tersebut dijadwalkan pada Mei 2025,” kata M Ridha Fatrianta.
Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada pengelola wisata Pela, yang telah berupaya memajukan dan mengembangkan sektor pariwisata. (adv/kik)










