KUKAR, LINGKARKALTIM: Pola kunjungan wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) khususnya pada pasca libur Idulfitri tahun ini menunjukkan tren yang berbeda.
Tidak lagi terpusat di satu titik, pergerakan wisatawan kini cenderung menyebar dari wilayah hilir hingga ke daerah hulu.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus mengungkapkan bahwa destinasi wisata pantai masih menjadi primadona bagi masyarakat.
“Tahun ini pantai masih jadi primadona, karena aksesnya mudah dijangkau dan tidak terlalu jauh,” ujar dia, Sabtu (4/4/2026).
Salah satu lokasi yang mencatatkan kunjungan cukup tinggi adalah Pantai Tanah Merah.
Di sisi lain, kunjungan ke destinasi wisata edukasi seperti Museum Kayu Tuah Himba mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi ini dipengaruhi oleh semakin banyaknya destinasi wisata baru yang bermunculan di berbagai kecamatan.
“Sekarang banyak DTW (daerah tujuan wisata) baru, jadi konsentrasi pengunjung terpecah,” jelas Agus.
Salah satu destinasi yang turut menarik perhatian wisatawan berada di wilayah Kota Bangun, seperti kawasan wisata Tanjung Sarai, yang menjadi alternatif tujuan rekreasi masyarakat.
Fenomena serupa juga terjadi pada sejumlah ruang terbuka dan taman wisata lainnya yang kini mulai berkembang, sehingga distribusi pengunjung menjadi lebih merata.
“Di satu sisi ini bagus karena wisata berkembang di daerah, tapi di sisi lain pengunjung jadi menyebar,” sebutnya.
Sementara itu, kunjungan ke Planetarium Jagat Raya Tenggarong terpantau tetap stabil, meskipun tidak mengalami lonjakan signifikan seperti tahun sebelumnya.
Hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh durasi cuti bersama Lebaran tahun ini yang relatif lebih pendek dibandingkan tahun lalu.
“Planetarium tetap ada kunjungan, tapi mungkin karena cuti bersama tahun ini lebih pendek, jadi agak berpengaruh,” kata dia.
Dengan semakin banyaknya pilihan destinasi wisata, Pemkab Kukar melihat tren ini sebagai peluang untuk pemerataan pengembangan sektor pariwisata di seluruh wilayah. (ASR)










