Pokdarwis Mentari Bangun Rejo Berhasil Raih Peringkat 2 Lomba Desa Wisata Tingkat Kaltim

Ketua Pokdarwis Mentari Desa Bangun Rejo, Lucky Annisa (jilbab hitam) bersama Pokdarwis lain se-Kaltim saat menerima penghargaan Lomba Desa Wisata tingkat provinsi. (Dok.Istimewa)
Ketua Pokdarwis Mentari Desa Bangun Rejo, Lucky Annisa (jilbab hitam) bersama Pokdarwis lain se-Kaltim saat menerima penghargaan Lomba Desa Wisata tingkat provinsi. (Dok.Istimewa)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang berhasil menorehkan prestasi dalam ajang lomba desa wisata tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Desa yang diwakili Pokdarwis Mentari tersebut berhasil meraih peringkat kedua setelah melewati tahapan presentasi dan penilaian langsung oleh tim juri.

Read More
banner 300x250

Ketua Pokdarwis Mentari Desa Bangun Rejo, Lucky Annisa mengatakan keikutsertaan mereka dalam ajang tersebut diawali dengan penunjukan desa untuk mewakili Kukar di tingkat provinsi.

Ia menjelaskan, proses penilaian tidak hanya melihat potensi wisata yang dimiliki desa, tetapi juga dilakukan melalui beberapa tahapan.

“Alhamdulillah, dari hasil presentasi, terus kemudian hasil fisik juri,” jelas dia, Jumat (4/9/2026).

Setelah tahapan presentasi, tim juri melakukan proses seleksi untuk menentukan desa-desa yang masuk dalam tiga besar.

Desa yang lolos kemudian mendapatkan penilaian lebih lanjut melalui kunjungan langsung atau visitasi juri.

Tahapan tersebut menjadi penentu akhir untuk menetapkan peringkat pertama, kedua, dan ketiga dalam ajang desa wisata tingkat Kaltim.

“Awalnya presentasi dulu, waktu itu 19 Mei, presentasi di hadapan juri, kemudian dilakukan penyeleksian lagi oleh juri. Jadi akhirnya terpilih tiga besar yang divisit oleh juri. Dari hasil itu yang menentukan juara satu, dua, dan tiga,” jelas Annisa.

Dari seluruh tahapan tersebut, Desa Bangun Rejo akhirnya berhasil menempati posisi kedua.

Capaian itu menempatkan Bangun Rejo sebagai salah satu desa wisata dengan potensi dan pengelolaan yang mampu bersaing di tingkat provinsi.

Menurutnya, proses mengikuti lomba tersebut juga memberikan pengalaman baru bagi pengelola wisata di Desa Bangun Rejo.

Sebab, cakupan penilaian dalam lomba desa wisata lebih luas dibandingkan ketika mereka hanya berfokus pada pengembangan destinasi.

Sebelumnya, pengembangan Pokdarwis Mentari lebih banyak diarahkan pada pengelolaan destinasi wisata dan produk-produk wisata yang dihasilkan masyarakat.

Namun, ketika mengikuti lomba desa wisata, pihaknya dituntut untuk melihat dan memetakan potensi desa secara lebih menyeluruh.

“Kalau awalnya kami bergeraknya masih sebatas destinasi wisata, konsen di destinasi wisata, kemudian sama produk-produk wisata yang dihasilkan. Lalu kemudian kami di-update, yang ini adalah lomba desa wisata,” tuturnya.

Perubahan perspektif tersebut membuat pengelola harus menggali lebih banyak potensi yang terdapat di Desa Bangun Rejo.

Berbagai potensi tersebut dipetakan dan disampaikan dalam tahapan penilaian.

Annisa menilai bahwa proses tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan desa wisata.

Sebab, sebuah desa wisata tidak hanya ditentukan oleh keberadaan satu destinasi unggulan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi lain yang dapat mendukung pengalaman wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kami telah memetakan beberapa potensi yang ada di desa kami. Kami sampaikan kemarin di lomba tersebut,” kata dia.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Dharmawan mengatakan capaian Desa Bangun Rejo sangat baik dalam mengembangkan potensi yang dimiliki sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaannya.

“Pendampingan menjadi salah satu bentuk dukungan kami agar pengelola desa wisata mampu mengembangkan potensi yang dimiliki sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaannya,” ucap dia.

Dalam kompetisi tingkat provinsi tersebut, Desa Bangun Rejo mengandalkan Bukit Mahoni sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan.

Berdasarkan hasil lomba, Desa Wisata Bangun Rejo Kabupaten Kukar meraih Juara II.

Bagi Dispar Kukar, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pengembangan desa wisata di Kukar mulai menunjukkan hasil.

Prestasi Bangun Rejo juga memperlihatkan bahwa potensi wisata yang berada di tingkat desa memiliki peluang untuk bersaing dengan desa wisata dari kabupaten lain di Kaltim.

Ia menilai bahwa pengembangan tersebut harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

Tidak berhenti pada pencapaian dalam kompetisi, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kualitas destinasi, pengelolaan, produk wisata, serta keterlibatan masyarakat desa.

“Alhamdulillah Desa Bangun Rejo dengan wisata unggulannya Bukit Mahoni itu meraih Juara Dua di Kaltim,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *