Bupati Kukar Puji Pemanfaatan Teknologi Pertanian di Desa Manunggal Jaya

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri saat mencoba teknologi pertanian yang dikembangkan oleh petani Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang. (foto:Achmad)
Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri saat mencoba teknologi pertanian yang dikembangkan oleh petani Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang. (foto:Achmad)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemanfaatan teknologi mulai menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi sektor pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Salah satunya ditunjukkan Kelompok Tani Muda Sejahtera di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, melalui penggunaan alat tanam padi otomatis.

Read More
banner 300x250

Bupati Kukar, dr. Aulia Rahman Basri menyebut bahwa penggunaan alat tersebut menunjukkan bahwa petani, khususnya kalangan muda mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk menjawab kebutuhan di lapangan.

Salah satu manfaat paling nyata 1adalah efisiensi waktu dalam proses penanaman. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup lama dapat dilakukan dalam hitungan jam dengan menggunakan alat tersebut.

“Dengan alat ini, teman-teman bisa menghemat waktu tanam. Yang satu hektare harusnya dua hari, ini bisa dihemat hanya empat sampai lima jam saja,” ujar dia, Jumat (4/9/2026).

Ia menilai bahwa efisiensi waktu tersebut  sangat penting karena proses tanam merupakan salah satu tahapan yang menentukan keberlangsungan produksi pertanian.

Semakin cepat lahan dapat ditanami, semakin besar pula peluang petani menyesuaikan waktu tanam dengan kondisi air dan musim.

Inovasi yang dilakukan Kelompok Tani Muda Sejahtera menjadi perkembangan positif bagi pertanian Kukar.

Penggunaan alat pertanian modern tidak hanya membantu pekerjaan petani, tetapi juga menunjukkan adanya perubahan pola pikir di kalangan petani untuk memanfaatkan teknologi.

Menurutnya, kemajuan sektor pertanian tidak hanya diukur dari luas lahan atau jumlah produksi.

Kemampuan petani mengadopsi teknologi juga menjadi indikator penting dalam membangun pertanian yang mampu menghadapi berbagai tantangan.

Terlebih, sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai persoalan, mulai dari keterbatasan tenaga kerja hingga perubahan kondisi musim yang dapat memengaruhi kegiatan budidaya.

Karena itu, penggunaan teknologi dapat membantu mengurangi beban pekerjaan sekaligus mempercepat proses budidaya di lahan.

“Tentunya ini merupakan salah satu penemuan yang sangat luar biasa dan ini merupakan salah satu penanda bahwa pertanian di Kutai Kartanegara itu semakin maju,” kata Aulia.

Dia mengatakan bahwa Pemkab Kukar akan memberikan dukungan terhadap kelompok tani yang terus mengembangkan inovasi di sektor pertanian.

Aulia mengatakan pemerintah daerah terbuka terhadap kebutuhan petani, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas dan penyediaan peralatan penunjang kegiatan pertanian.

Dukungan tersebut dapat berupa pelatihan maupun pemenuhan kebutuhan peralatan pertanian.

Menurutnya, keberadaan inovasi dari kelompok tani menjadi dorongan bagi pemerintah untuk terus memperkuat pembinaan terhadap petani.

“Permintaan teman-teman seperti pelatihan, kebutuhan peralatan itu pelan-pelan akan kita penuhi untuk menambah lagi semangat teman-teman untuk bertani,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kukar Dapil II, Aini Faridah mengatakan keberlanjutan pertanian harus tetap menjadi perhatian.

Menurutnya, teknologi dan peralatan pertanian memang penting, tetapi harus dibarengi dengan dukungan terhadap kebutuhan dasar petani, terutama ketersediaan sumber air.

Ia berharap pemerintah daerah dan DPRD dapat memperkuat sinergi untuk mencari solusi terhadap persoalan tersebut.

“Harapan saya sebagai anggota DPRD paling tidak, walaupun musim kemarau, tapi pertanian tetap bisa berlanjut. Dan juga mungkin nanti legislatif dan eksekutif bisa bekerja sama, bersinergi, membantu bagaimana untuk meningkatkan pertanian saat ini,” kata dia.

Menurutnya, persoalan keterbatasan air perlu dibahas bersama dengan organisasi perangkat daerah terkait.

Pemerintah perlu memetakan kebutuhan petani sekaligus melihat fasilitas yang dapat diberikan untuk mendukung kegiatan pertanian selama musim kemarau.

“Kita nanti bisa berpikir bersama-sama supaya bisa teratasi. Artinya bukan hanya di Desa Manunggal Jaya, tapi di desa-desa yang lain juga. Nanti coba kita lakukan komunikasi dengan dinas terkait bagaimana membantu memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan petani,” tutup Aini. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *