KUKAR, LINGKARKALTIM : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara membentuk pos terpadu karhutla hingga tingkat desa.
Hal ini dilakukan bagian dari antisipasi dan menyikapi kebakaran lahan dan hutan, yang terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, peristiwa karhutla ini menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah. Pasalnya, sejauh ini ada sekitar 140 titik panas yang telah teridentifikasi atau diketahui, yang tersebar di berbagai kecamatan.
Untuk itu, perlu untuk meningkatkan kewaspadaan, agar potensi atau rawan karhutla ini bisa dilakukan pencegahan dini.
“Sehingga diperlukan pos dilokasi yang dinilai rawan kebakaran hutan dan lahan. Pos sudah kita bentuk dan koordinasi sejumlah pihak terus dilakukan,” kata Aulia Rahman Basri pada media, Senin (31/8/2026).
Ia mengaskan, dampak dari peristiwa karhutla ini sangat luar biasa terlebih bagi kesehatan.
Sementara itu Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar Taufik menjelaskan, telah mengambil sample udara dan air, untuk mengidentifikasi kelayakan terhadap udara dan air saat ini.
“Untuk hasil dari sample itu, kondisi udara kita rawan. Karena sudah ada yang merasakan dampaknya dari kondisi udara yang diselimuti kabut asap,” tegasnya.
Untuk itu, pihaknya menginbau kepada seluruh masyarakat Kukar terus menggunakan masker saat berada di luar. Dan jangan melakukan aktivitas membakar sampah atau lahan, mengingat kondisi saat ini angin kencang dan berpotensi kebakaran.
Terpisah, warga Tenggarong Ramli Hermanto mengaku mengalami gangguan pernapasan, yang diduga akibat kabut asap ini.
“Pernapasan ini terasa sesak, mungkin karena kabut asap. Sebelumnya kondisi kesehatan saya baik-baik saja,” aku Ramli Hermanto. (riz)










