Seni Budaya Kaltim Harus Dirawat dan Diwariskan kepada Generasi Muda

Wagub Kaltim Seno Aji hadiri Milad ke-23 Ika Pakarti.(Dok.Ika Pakarti Kaltim)
Wagub Kaltim Seno Aji hadiri Milad ke-23 Ika Pakarti.(Dok.Ika Pakarti Kaltim)
banner 468x60

SAMARINDA,LINGKARKALTIM: Seni budaya di Kalimantan Timur (Kaltim) tidak boleh sekadar menjadi tontonan. Seni budaya harus terus dirawat, diberi ruang untuk berkembang, serta diwariskan kepada generasi mendatang, termasuk seni wayang kulit dan pedalangan.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kaltim Dr H Seno Aji saat memberikan sambutan pada Milad ke-23 Ikatan Keluarga Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (Ika Pakarti) sekaligus pengukuhan Pengurus Pusat Ika Pakarti masa bakti 2026-2031 di halaman parkir Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Minggu malam (23/8/2026).

Read More
banner 300x250

Wagub Seno Aji mengapresiasi Ika Pakarti yang menginisiasi Festival Dalang Muda Kaltim 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan seni wayang kulit agar tidak semakin tergerus perkembangan zaman.
Apalagi, generasi muda saat ini dinilai lebih banyak tertarik pada teknologi dan seni budaya modern dibandingkan seni tradisional.

“Kaltim membutuhkan lebih banyak generasi muda yang mau belajar dan tampil menjadi dalang. Dengan lomba ini akan menambah khasanah dalang-dalang muda kita,” tegas Seno Aji.

Ia mengatakan, para dalang muda tidak hanya mendapat kesempatan tampil di panggung lokal, tetapi juga didorong untuk berkompetisi hingga tingkat nasional.

Seno Aji menegaskan, Pemerintah Provinsi Kaltim akan terus merangkul berbagai organisasi kedaerahan dan komunitas seni dalam menjaga serta mengembangkan kekayaan budaya di Benua Etam.

Beragam kesenian tampil bergantian dalam rangkaian Milad ke-23 Ika Pakarti yang berlangsung 22-23 Agustus 2026 di Hotel Claro Pandurata, kompleks Gelora Kadrie Oening Samarinda. Di antaranya seni reog, jaranan, barongsai, kuda lumping, tari gambyong, tari jepen hingga tarian Dayak Mahakam Ulu.

Menurut Wagub, keberagaman seni dan budaya tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi gambaran kuatnya persatuan dan kebersamaan masyarakat Kaltim.

“Berbagai seni budaya ini akan terus kita rangkul dan besarkan bersama untuk mewujudkan Kaltim sukses menuju Generasi Emas,” tandasnya.

Ribuan warga yang hadir juga dihibur pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Aan Bagus Saputro asal Wonogiri, Jawa Tengah. Ia membawakan lakon “Pandawa Mbangun Projo”, serta menghadirkan Gareng Pacitan.

Antusiasme masyarakat terlihat saat menyaksikan pertunjukan hingga dini hari. Warga bahkan rela duduk melantai di halaman parkir Gelora Kadrie Oening untuk menikmati pagelaran seni tradisional tersebut.

Seno Aji juga mengapresiasi kekompakan jajaran Ika Pakarti yang sukses menggelar seluruh rangkaian milad dengan sumber dana dari kontribusi anggota dan dukungan perusahaan.
Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut penting karena Kaltim bukan hanya milik satu suku maupun satu paguyuban. Masyarakat Kaltim terdiri dari berbagai latar belakang, seperti Banjar, Kutai, Dayak, Sulawesi, Jawa dan berbagai komunitas lainnya yang hidup guyub dan rukun berdampingan.

“Kami akan rangkul semua kesenian daerah. Jangan sampai ada yang hilang karena tidak lagi punya generasi penerus,” tegasnya.

Ia menambahkan, menjaga budaya bukan berarti hanya menoleh ke masa lalu. Justru melalui budaya, generasi muda dapat mengenal akar identitasnya sekaligus membawa kekayaan budaya daerah ke panggung yang lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan para pemenang Festival Dalang Muda Kaltim 2026 sebagai bagian dari upaya mencari dan menyiapkan generasi penerus seni pedalangan di Benua Etam. (lk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *