Wagub Seno Kunjungi PT Esta Indonesia

Wagub Seno Aji seusai meninjau perusahaan pengolahan sarang burung walet, PT Esta Indonesia Tbk (NEST).(Dok.Humas Pemprov Kaltim)
Wagub Seno Aji seusai meninjau perusahaan pengolahan sarang burung walet, PT Esta Indonesia Tbk (NEST).(Dok.Humas Pemprov Kaltim)
banner 468x60

SEMARANG,LINGKARKALTIM: Pasca-penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dilakukan oleh masing-masing gubernur di Samarinda pada awal Agustus 2026, Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji mengungkapkan perlunya segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut, khususnya dengan menjajaki peluang investasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua daerah.

“Dari kesepakatan bersama tersebut kita ingin ada nilai tambah bagi Kaltim. Karena Kaltim ini punya raw material sarang burung walet yang besar,” ungkap Wagub Seno Aji seusai meninjau perusahaan pengolahan sarang burung walet, PT Esta Indonesia Tbk (NEST), di Terboyo Industrial Park, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026).

Read More
banner 300x250

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Seno Aji diterima langsung Direktur Utama sekaligus pendiri PT Esta Indonesia Tbk, Hoo Anton Siswanto, bersama Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah Sakina Rosellasari dan Kabid Pengawasan Primasto Adi Wartono.

Seno Aji mendengarkan paparan mengenai proses bisnis perusahaan sekaligus melihat langsung tahapan pengolahan sarang burung walet, mulai dari pencucian bahan baku hingga proses pengemasan sebelum diekspor ke sejumlah negara. Perusahaan tersebut telah beroperasi sejak 1993.

“Melalui kunjungan ini, kita berharap ke depan PT Esta Indonesia sebagai investor pencucian dan eksportir sarang walet bisa membangun fasilitas pencucian untuk ekspor langsung sarang walet di Kaltim. Apakah nanti bekerja sama dengan perusahaan daerah atau bagaimana pola investasinya, tentu bisa kita rundingkan,” jelas Seno Aji.

Menurut Seno Aji, sebagai salah satu daerah penghasil sarang burung walet, Kaltim perlu mendapatkan nilai tambah yang lebih besar dari komoditas tersebut. Kehadiran industri pengolahan di daerah dinilai dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan daerah.

“Nilai omzetnya ternyata cukup menggiurkan, sekitar Rp50–60 miliar per bulan. Ini tentu menjadi nilai tambah yang bisa meningkatkan pendapatan daerah Kaltim ke depan. Yang bagus lagi, tenaga kerja yang dibutuhkan sangat banyak sehingga kita bisa mengurangi pengangguran di Kaltim,” pungkasnya.

Direktur Utama PT Esta Indonesia Hoo Anton Siswanto menyambut baik keinginan Wagub Seno Aji untuk menjajaki investasi pembangunan fasilitas pencucian dan pengolahan sarang burung walet di Kaltim.

Anton mengatakan, PT Esta Indonesia saat ini telah memiliki sejumlah rumah burung walet di Kaltim, antara lain di Handil, Muara Badak, Marangkayu, dan beberapa daerah lainnya.

“Kita siap bekerja sama. Bisa kirim orang ke sini untuk pelatihan, akan kita ajari, kemudian bisa kembali ke Kaltim untuk menerapkan ilmunya. Bisa cari lahan yang di sekitarnya banyak tenaga kerja, kemudian kita bangun pabrik pencucian serta pengolahan sarang burung walet di Kaltim,” ucapnya.(raf/lk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *