KUKAR, LINGKARKALTIM: Kabut asap tebal menyelimuti wilayah Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sejak Senin (18/8/2026). Kondisi ini membuat jarak pandang berkurang drastis hingga mulai mengganggu aktivitas harian warga setempat.
Asap pekat yang mengepung sebagian besar wilayah kecamatan ini diduga kuat berasal dari pembakaran lahan yang masih marak di area sekitar, seperti di Desa Muara Muntai Ulu dan Kayu Batu.
Warga mengeluhkan suhu udara yang terasa kian menyengat, aroma sangit yang menyengat hidung, serta pemandangan yang tertutup asap terutama saat pagi dan sore hari.
“Sejak pagi kabut asap tebal sekali, jarak pandang cuma puluhan meter. Aktivitas luar rumah jadi terganggu. Anak-anak dan lansia juga mulai mengeluh sesak dan batuk-batuk,” ungkap salah seorang warga setempat.
Dampak kabut asap ini turut melumpuhkan kelancaran lalu lintas, baik di jalur darat maupun transportasi sungai.
Para nelayan dan motoris perahu imbau ekstra waspada saat melintas demi menghindari kecelakaan akibat terbatasnya pandangan.
Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah juga disarankan selalu mengenakan masker.
Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kecamatan Muara Muntai bersama instansi terkait terus memantau pergerakan asap di lapangan. Tim gabungan yang terdiri dari Pemadam Kebakaran (Damkar), Polsek, dan Koramil tetap disiagakan untuk memadamkan titik api yang masih membara di sejumlah titik lahan.
Camat Muara Muntai, Mulyadi, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memperburuk keadaan.
“Kami mengimbau warga Muara Muntai untuk tidak membakar sampah atau lahan dengan alasan apa pun. Gunakan masker jika keluar rumah, dan kurangi kegiatan di luar ruangan terutama bagi anak-anak, lansia, serta penderita asma,” tegas Mulyadi, Selasa (18/8/2026).
Ia juga mengingatkan para pengguna jalan dan transportasi air untuk senantiasa berhati-hati, serta segera melaporkan ke aparat terdekat jika melihat munculnya titik api baru. (Dil)










