SAMARINDA, LINGKARKALTIM: Tidak seperti tahun tahun sebelumnya, menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) penjualan bendera dan atribut kemerdekaan tahun ini mengalami penurunan signifikan.
Para pedagang musimen tersebut merasakan, omzet penjualan tahun ini mengalami penurunan.”Omzet penjualan bendera tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya,” kata Sapri, seorang penjual bendera di kawasan Jalan PM Noor Samarinda.
Ia mengatakan, dulu omzet penjualan paling sedikit Rp300 sampai Rp500 ribu perhari, namun kondisi sekarang jauh berbeda hanya kisaran Rp50 sampai Rp100 ribu perhari.
“Turunya cukup jauh, bahkan pada hari tertentu pendapatan malah seidkit, pernah satu hari hanya dapat Rp20 ribu,” katanya.
Hal serupa juga dirasakan pedagang lain, Januar. Ia menyebut penurunan penjualan tahun ini sangat terasa. Masyarakat sepertinya lebih memilih membeli bendera sesuai kebutuhan.
Para pedagang sangat berharap penjualan bendera dan atribut kemerdekaan RI bisa meningkat.
Menurutnya, bendera merah putih ukuran standar masih menjadi produk yang paling banyak dicari. Sementara penjualan umbul-umbul dan atribut dekorasi lainnya relatif lebih lambat.
“Kami tetap berharap ada peningkatan pembeli. Kalau mendekati 17 Agustus ramai, setidaknya bisa menutup biaya sewa tempat dan modal dagangan,” katanya.(lk)










