KUKAR, LINGKARKALTIM: Air radiator memiliki peran penting dalam menjaga suhu mesin mobil tetap stabil saat digunakan.
Sayangnya, masih banyak pengendara yang kurang memperhatikan kondisi cairan pendingin tersebut hingga akhirnya habis tanpa disadari.
Padahal, kehabisan air radiator dapat memicu berbagai kerusakan serius pada mesin.
Ketika cairan pendingin tidak lagi mampu menyerap panas, suhu mesin akan meningkat drastis atau mengalami overheat.
Jika kondisi ini terus dipaksakan, komponen mesin berisiko mengalami kerusakan permanen.
Beberapa dampak yang dapat terjadi akibat kehabisan air radiator antara lain gasket kepala silinder (head gasket) bocor, kepala silinder melengkung, piston macet, hingga mesin mengalami kerusakan berat yang membutuhkan biaya perbaikan puluhan juta rupiah.
Selain itu, mesin yang overheat juga dapat menyebabkan kendaraan tiba-tiba kehilangan tenaga, muncul asap dari ruang mesin, hingga mogok di tengah perjalanan. Kondisi tersebut tentu membahayakan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya, terutama jika terjadi di jalan raya atau saat perjalanan jauh.
Pemilik kendaraan disarankan rutin memeriksa volume air radiator sebelum berkendara.
Pastikan cairan berada pada batas normal di tabung reservoir dan gunakan coolant sesuai spesifikasi pabrikan, bukan sekadar air biasa, agar sistem pendingin bekerja maksimal serta terhindar dari karat dan endapan.
Pengemudi juga perlu mewaspadai tanda-tanda air radiator mulai bermasalah, seperti indikator suhu mesin naik, kipas radiator terus bekerja, muncul bau cairan pendingin, atau terdapat kebocoran di bawah mobil.
Jika gejala tersebut muncul, segera hentikan kendaraan di tempat yang aman dan biarkan mesin dingin sebelum melakukan pemeriksaan.
Perawatan sederhana seperti memeriksa kondisi selang radiator, tutup radiator, water pump, hingga melakukan penggantian coolant secara berkala dapat memperpanjang usia mesin sekaligus mencegah kerusakan yang lebih besar.
Dengan melakukan pemeriksaan rutin dan tidak mengabaikan kondisi air radiator, pemilik mobil dapat menjaga performa kendaraan tetap optimal, menghindari biaya perbaikan yang mahal, serta memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman. (Kik)










