KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) menggandeng pihak ketiga untuk mengelola kawasan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Tenggarong. Langkah ini diambil agar kawasan tersebut tidak sekadar menjadi tempat sewa tenan, melainkan tumbuh menjadi pusat perputaran ekonomi baru yang maju dan dikenal luas.
Plt Kepala Diskop UKM Kukar, Muhammad Reza, menjelaskan pengelolaan oleh badan usaha berpengalaman sangat krusial untuk memajukan kawasan kuliner.
Menurutnya, pemerintah daerah sebenarnya bisa saja menyewakan tenan secara langsung, namun pengembangan kawasan secara komprehensif membutuhkan sentuhan profesional.
“Kalau sekadar menyewakan tenan kepada UMKM, Dinas Koperasi tentu bisa langsung buka. Tapi konsep kita bukan cuma itu, melainkan bagaimana memajukan dan mengembangkan kawasan tersebut agar perekonomian di sana hidup,” ujar Reza, Senin (27/7/2026).
Saat ini, proses pendaftaran tenan telah resmi ditutup pada 25 Juli lalu dan memasuki tahap kurasi. Dari total 58 tenan yang tersedia terdiri dari bangunan kontainer di area belakang dan booth di bagian depan porsi terbesar tetap diprioritaskan bagi pelaku UMKM lokal Kutai Kartanegara, khususnya warga ber-KTP Tenggarong yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Meski didominasi pelaku usaha lokal, Diskop UKM Kukar juga memberi ruang bagi beberapa brand populer dari luar daerah, seperti Samarinda. Kehadiran brand-brand tersebut diharapkan menjadi daya tarik tambahan (anchor tenant) untuk meramaikan kawasan Pujasera.
“Paling banyak tetap UMKM lokal Tenggarong. Namun, untuk menarik minat pengunjung, kita persilakan pihak ketiga memasukkan beberapa brand dari luar yang belum ada di Kukar. Jadi ada kolaborasi di situ,” jelasnya.
Selain menyeleksi tenan, pihak pengelola juga bertanggung jawab menyiapkan fasilitas penunjang seperti penataan meja dan kursi agar tampilan kawasan terlihat rapi dan seragam.
Reza menambahkan, operasional Pujasera Tenggarong ditargetkan mulai berjalan pada minggu kedua Agustus 2026 mendatang, diawali dengan pengisian tenan sebelum akhirnya diluncurkan secara resmi.
“Ini merupakan hal baru yang kita coba. Tentu nanti ada dinamika di lapangan, tetapi kita optimis dan berharap semuanya dapat berjalan dengan baik,” pungkas Reza. (Dil)










