LINGKARKALTIM: Setir mobil yang terasa berat saat diputar bisa mengubah pengalaman berkendara yang menyenangkan menjadi perjuangan setiap kali hendak bermanuver. Apalagi saat parkir atau melalui tikungan tajam, rasanya seperti memutar kemudi truk tanpa power steering. Namun kabar baiknya, masalah ini sering kali bisa diperbaiki dengan biaya yang sangat terjangkau jika Anda tahu penyebab pastinya. Tidak selalu harus ganti rack steer yang mahal.
Agus Supriyadi, kepala mekanik bengkel spesialis suspensi, mengungkapkan ada beberapa faktor yang membuat setir menjadi berat. “Penyebab paling umum dan paling mudah diperbaiki adalah kekurangan power steering fluid. Cek reservoir di ruang mesin, jika levelnya rendah tambahkan cairan yang sesuai spesifikasi. Penyebab kedua adalah belt power steering yang kendor atau aus, cukup dikencangkan atau diganti. Ketiga, rack steer yang aus memang butuh penanganan bengkel, tapi ini bukan satu-satunya kemungkinan,” jelasnya.
Ada dua jenis sistem power steering yang perlu Anda ketahui. Pertama, sistem hydraulic (PS fluid) yang menggunakan cairan khusus untuk melumasi dan membantu pergerakan rack steer. Kedua, sistem electric (EPS) yang mengandalkan motor listrik. Untuk mobil dengan EPS, setir berat biasanya disebabkan oleh motor listrik yang tidak optimal atau sensor torsi yang mulai error. Perawatannya pun berbeda.
Banyak pemilik mobil langsung panik dan mengira rack steer harus diganti total begitu setir terasa berat. Ini adalah mitos besar yang harus diluruskan. Faktanya, penyebab setir berat bisa karena hal-hal sepele seperti tekanan angin ban yang kurang atau balancer ban yang tidak seimbang. Cek dulu tekanan ban, umumnya berkisar antara 30 hingga 33 psi. Jika tekanan ban sesuai dan setir masih berat, barulah lanjutkan pemeriksaan ke sistem power steering.
Denny Setiawan, instruktur mengemudi aman, menambahkan bahwa masih banyak pengemudi yang percaya mitos lain. “Ada anggapan bahwa EPS tidak perlu perawatan sama sekali. Ini keliru. Motor dan sensor pada EPS tetap perlu diperiksa kondisinya secara berkala. Jika ada indikasi aneh seperti setir terasa berat hanya di satu sisi atau ada bunyi mendengung, segera periksakan,” ungkap Denny.
Untuk sistem hydraulic, biaya perbaikannya relatif terjangkau. Mengisi ulang power steering fluid hanya sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000. Ganti belt power steering berkisar antara Rp200.000 hingga Rp400.000. Sementara itu, jika memang harus mengganti seal rack steer, biayanya bisa mencapai Rp1 hingga Rp3 juta tergantung tipe mobil.
Jika setelah semua langkah sederhana setir masih juga terasa berat, saatnya membawa mobil ke bengkel spesialis. Namun dengan pengetahuan dasar ini, Anda tidak perlu langsung cemas dan mengeluarkan biaya besar. Mulailah dari pemeriksaan paling sederhana: cek tekanan ban, lihat level power steering fluid, dan dengarkan apakah ada suara aneh saat memutar setir.
Agus Supriyadi berpesan agar pemilik mobil tidak menunda penanganan setir berat. “Setir yang berat bukan hanya masalah kenyamanan, tapi juga masalah keselamatan. Dalam situasi mendesak, kemampuan bermanuver cepat sangat penting. Rawat sistem power steering Anda dengan baik dan jangan abaikan gejala awal,” tutupnya.
(Sumber : pemalang.pikiran-rakyat.com)










