Akses Jalan Rusak Parah, Mes Perusahaan di Muara Kaman Ludes Terbakar dalam 20 Menit

Mes Karyawan pabrik dilalap api, Jumat (2/7/26). (Screenshot)
Mes Karyawan pabrik dilalap api, Jumat (2/7/26). (Screenshot)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Kebakaran hebat melanda permukiman di Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 23.30 WITA. Nahas, armada utama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) kesulitan menjangkau lokasi akibat kendala geografis dan infrastruktur jalan yang rusak parah.

Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan satu bangunan mes karyawan pabrik yang terdiri dari 10 pintu. Karena mayoritas bangunan bermaterialkan kayu dan hembusan angin cukup kencang, api meratakan seluruh bangunan hanya dalam waktu sekitar 20 menit.

Read More
banner 300x250

Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Pos Sektor Muara Kaman, Muhammad Riski, mengungkapkan bahwa hancurnya akses jalan poros menuju Desa Puan Cepak menjadi kendala paling fatal dalam upaya pemadaman. Truk tangki pemadam berskala besar tidak mampu menembus jalur yang dipenuhi lubang dalam dan kubangan lumpur.

“Penanganan awal akhirnya bertumpu pada warga sekitar dengan alat seadanya. Kalau kami memaksakan berangkat ke lokasi dengan armada besar, bisa memakan waktu 4 sampai 5 jam perjalanan karena akses jalan yang rusak parah,” ujar Riski, Jumat (3/7/2026).

Elsa, seorang warga setempat, mengonfirmasi keterlambatan tersebut. Menurutnya, bantuan yang pertama kali tiba justru armada kecil, sementara armada besar baru sampai setelah api mulai bisa dikendalikan.

“Awalnya ada dua mobil pemadam kecil dari arah utara. Setelah api mulai padam, baru datang mobil yang besar. Sayangnya, bangunan sudah habis terbakar baru mereka tiba,” tutur Elsa.

Meski bangunan ludes rata dengan tanah, untungnya tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Seluruh penghuni mes berhasil menyelamatkan diri tepat waktu.

Kendati demikian, kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Selain bangunan, sejumlah harta benda berharga milik karyawan tidak sempat diselamatkan.

“Ada uang tunai warga sekitar Rp30 juta, satu unit mobil Honda Brio, dan satu unit sepeda motor yang ikut hangus terbakar,” tambah Elsa.

Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Muara Kaman saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Namun, berdasarkan keterangan saksi-saksi di lapangan, dugaan awal mengarah pada korsleting arus pendek listrik yang dipicu oleh masalah pada instalasi kabel bangunan.

Peristiwa ini memicu desakan kuat dari warga Desa Puan Cepak kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar. Mereka meminta pemerintah segera memprioritaskan perbaikan total jalan poros kecamatan, karena akses jalan yang layak dinilai sangat krusial dalam situasi darurat seperti ini. (Dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *