Olahan Kue Warga Binaan Lapas Perempuan Tenggarong Jadi Sajian Tetap Gubernur Kaltim

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Riva Dilyanti. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Riva Dilyanti. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Produk kuliner hasil karya warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong mendapat apresiasi istimewa dari Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.

Berbagai olahan kue dan jajanan yang diproduksi para warga binaan kini akan menjadi sajian tetap di ruang kerja Gubernur Kaltim sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan dan pemberdayaan di lingkungan pemasyarakatan.

Read More
banner 300x250

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Riva Dilyanti menjelaskan bahwa produk UMKM binaan warga lapas selama ini memang telah dipasarkan dan digunakan dalam berbagai kegiatan, termasuk sebagai hidangan bagi tamu di lingkungan pemerintahan.

“Ya Alhamdulillah hasil produksi warga binaan kami juga menjadi salah satu sajian di ruang Gubernur. Sajian tetap di ruang Pak Gubernur,” ucap dia, Jumat (3/7/2026).

Beragam jenis makanan diproduksi oleh warga binaan melalui program pelatihan keterampilan yang dijalankan lapas.

Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa roti dan kue kering, tetapi juga aneka jajanan tradisional yang banyak diminati masyarakat.

“Kue-kuenya ada roti-rotian. Jadi ya dengan berbagai macam varian rasa. Kemudian ya kalau kita bilang jajanan pasar ya, kayak kue klepon, kue-kue basah, puding dan segala macam,” ungkap Riva.

Menurut dia, kualitas produk yang dibuat warga binaan tidak kalah dengan produk yang beredar di pasaran.

Bahkan, cita rasa menjadi salah satu keunggulan yang membuat produk tersebut mendapat tempat di hati konsumen.

“Hampir sama sih dengan di luar. Tapi tentunya rasa ya, rasa yang membedakan,” ujarnya.

Apresiasi dari orang nomor satu di Kaltim itu menjadi momen penting bagi warga binaan.

Riva mengungkapkan, Rudy Mas’ud berkesempatan mencicipi langsung sejumlah produk yang disajikan saat kunjungan.

“Tadi Alhamdulillah sudah dicoba juga oleh Pak Gubernur. Dan cocok. Makanya dijadikan sajian tetap di sana,” ungkap dia.

Ia menerangkan, kegiatan produksi makanan tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan kerja, tetapi juga menjadi sarana membangun kembali kepercayaan diri warga binaan.

“Suatu kebanggaan kalau karya mereka bisa di, apalagi setingkat Gubernur yang mengapresiasi karya mereka,” kata Riva.

Dia menilai, pengakuan tersebut menjadi motivasi besar bagi warga binaan untuk terus meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat semangat mereka dalam menjalani masa pembinaan.

Selain menjadi sarana pelatihan, kegiatan produksi makanan di Lapas Perempuan Tenggarong juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan.

Setiap produk yang terjual menghasilkan premi atau insentif yang diberikan kepada para pembuatnya.

Premi tersebut kemudian menjadi tabungan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah bebas nanti.

Semakin banyak pesanan yang diterima, termasuk dari lingkungan Pemprov Kaltim, maka semakin besar pula manfaat yang diperoleh para warga binaan.

“Alhamdulillah karena untuk nambah modal anak-anak tetap berproduksi, premi tabungannya mereka juga tentunya semakin bertambah. Persiapan mereka keluar nanti ada bekalah. Selain skill juga ada tabungan,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *