KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperketat pengawasan transportasi sungai guna memastikan keselamatan penumpang dan kelancaran distribusi barang di wilayah hulu Kaltim pada arus mudik lebaran.
Kepala Bidang Pelayaran, Rahmadani Hidayat menegaskan bahwa aspek kehati-hatian menjadi prioritas utama dalam pengawasan moda transportasi air.
“Untuk arus sungai, kami tetap mengedepankan kehati-hatian. Seluruh unit pelaksana diminta meningkatkan kewaspadaan, termasuk para pelaku usaha jasa transportasi air,” uja dia di Dermaga Stadion Aji Imbut, Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, terdapat tiga poin utama yang menjadi perhatian dalam pengawasan arus mudik melalui jalur sungai.
Pertama, operator diminta tidak melebihi kapasitas muatan, baik penumpang maupun barang.
“Kapasitas muatan harus diperhatikan. Jangan sampai melebihi batas karena itu sangat berisiko,” tegas Dani.
Kedua, aspek keselamatan wajib dipenuhi, mulai dari kelengkapan alat keselamatan hingga kesiapan kru dalam menghadapi kondisi darurat.
Ketiga, kondisi armada transportasi harus dipastikan laik operasi sesuai masa berlaku izin dan standar teknis yang telah ditetapkan.
“Unit transportasi harus benar-benar layak beroperasi sesuai masa periodenya. Ini penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Rahmadani menyebut bahwa secara umum ketentuan tersebut merupakan standar operasional yang berlaku setiap hari.
Namun, menjelang momen mudik Lebaran, pengawasan diperketat untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat.
“Ini sebenarnya hal yang normal, tapi menjelang Lebaran pengawasannya kami perkuat,” jelas dia.
Di Kukar, ia menilai bahwa jalur sungai masih menjadi salah satu moda transportasi utama, khususnya untuk menghubungkan wilayah perkotaan dengan daerah hulu seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
Dermaga Stadion Aji Imbut sendiri menjadi salah satu titik penting atau checkpoint bagi arus penumpang dan barang, terutama dari Samarinda menuju kawasan hulu.
“Dermaga ini menjadi titik pantau untuk moda transportasi dari Samarinda ke wilayah hulu seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu,” pungkasnya. (ASR)










