KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) kembali melaksanakan program peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja berbasis kompetensi Tahun Anggaran 2026.
Distransnaker Kukar menyediakan sebanyak 717 kuota peserta untuk mengikuti pelatihan pada 14 kejuruan strategis yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) berkompeten, sebagai upaya memastikan peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga sertifikasi dan pengalaman pelatihan yang relevan dengan standar industri.
Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Distransnaker Kukar, Lukman mengatakan bahwa rekrutmen peserta telah resmi dibuka dan menjadi salah satu instrumen penting daerah dalam menekan angka pengangguran serta meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
“14 kejuruan pelatihan yang telah kami sesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja,” ucap dia, Sabtu (24/1/2026).
Ia menerangkan, pelatihan yang disiapkan mencakup sektor-sektor strategis yang memiliki peluang serapan tenaga kerja tinggi, mulai dari jasa keamanan, industri, konstruksi, perhotelan, hingga ekonomi kreatif.
Hal tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah Kukar yang mendorong diversifikasi lapangan kerja di luar sektor primer.
Adapun kejuruan yang dibuka antara lain Satpam Gada Pratama, Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Operator Forklift, Instrumentasi Level 1, Rigger, Operator Alat Berat, Welder SMAW 3G dan 4G, Pertukangan Level 1 hingga 6, Mekanik K2, serta kejuruan berbasis jasa dan kreatif seperti Desain Grafis, Konten Kreator, Perhotelan, dan Penjamah Makanan.
“Setiap kejuruan memiliki kuota berbeda, mulai dari 20 hingga 90 orang, tergantung tingkat kebutuhan dan kapasitas lembaga pelatihan,” terang Lukman.
Dari sisi persyaratan, Distransnaker Kukar menetapkan rentang usia maksimal peserta antara 26 hingga 35 tahun, menyesuaikan dengan standar industri dan peluang penempatan kerja pascapelatihan.
Seluruh program pelatihan ini tidak dipungut biaya, sebagai bentuk intervensi pemerintah daerah dalam memperluas akses masyarakat terhadap peningkatan kompetensi kerja.
Pendaftaran pelatihan tersebut dibuka hingga 31 Maret 2026, kecuali untuk kejuruan Satpam Gada Pratama yang ditutup lebih awal pada 10 Februari 2026, mengingat kebutuhan proses administrasi dan seleksi yang lebih ketat sesuai regulasi kepolisian.
Dia berharap, melalui program ini, lulusan pelatihan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu mengisi peluang kerja di sektor formal maupun membuka usaha mandiri.
“Harapan kami, peserta yang lulus benar-benar siap bersaing, terserap di dunia kerja, atau bahkan menciptakan lapangan kerja baru. Ini bagian dari strategi jangka panjang peningkatan produktivitas tenaga kerja Kukar,” pungkasnya. (ASR)










