KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara menutup sementara operasional Planetarium Tenggarong akibat kendala teknis pada peralatan utama.
Penutupan dilakukan untuk memastikan proses perbaikan berjalan optimal sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan pengunjung.
Plt. Kepala Dispar Kukar, Arianto menjelaskan bahwa permasalahan utama berasal dari usia peralatan planetarium yang sudah cukup tua serta ketergantungan pada perangkat impor dengan spesifikasi khusus.
“Peralatan planetarium kita ini sudah cukup lama usianya dan semuanya dari luar negeri. Untuk maintenance memang agak sulit karena membutuhkan perangkat dan suku cadang yang spesifik,” ujar dia, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, penggunaan peralatan dalam intensitas tinggi, khususnya saat musim libur, menjadi pemicu utama gangguan teknis.
Selama periode liburan, planetarium hampir digunakan setiap hari, sehingga sejumlah perangkat yang sudah tidak sepenuhnya optimal mengalami kendala.
“Kalau musim libur, pemakaiannya terus-menerus setiap hari. Ketika digunakan dalam kondisi maksimal, peralatan yang kurang support itu akhirnya menimbulkan trouble,” jelas Arianto.
Akibat gangguan teknis tersebut, Dispar Kukar pun memutuskan menutup sementara planetarium sambil melakukan perbaikan dan penyesuaian perangkat.
“Begitu kemarin ada kendala teknis dan peralatan sempat terhenti, kita langsung tutup sementara. Sekarang kita fokus memperbaiki dulu, nanti kalau sudah benar-benar siap baru kita buka lagi,” katanya.
Arianto mengungkapkan, pihaknya saat ini berupaya melakukan inovasi dengan memanfaatkan teknisi lokal serta mencari alternatif peralatan yang lebih terjangkau namun tetap kompatibel dengan sistem yang ada. Namun, proses tersebut membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian tinggi.
“Kita sekarang menggunakan teknisi lokal dan berupaya melakukan inovasi, bagaimana menghubungkan peralatan lama yang dulunya semuanya dari luar dan mahal, dengan perangkat yang lebih support. Ternyata itu juga tidak mudah dan perlu kehati-hatian,” ungkap dia.
Terkait jadwal pembukaan kembali, Dispar Kukar belum dapat memastikan target waktu. Hal itu bergantung pada hasil perbaikan serta uji kelayakan peralatan sebelum kembali dioperasikan untuk publik.
“Yang jelas, secepat mungkin akan kita selesaikan. Kalau sudah benar-benar baik dan aman, planetarium akan kita operasikan kembali,” tutup Arianto. (ASR)










