KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara terus mendorong penguatan pemasaran produk lokal melalui berbagai strategi, salah satunya dengan membuka peluang kemitraan antara pelaku UMKM dan retail modern. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan pemasaran produk dalam negeri.
Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani, mengatakan bahwa produk UMKM Kukar memiliki potensi besar untuk berkembang asalkan didukung dengan pemasaran yang tepat.
Disperindag menjalankan dua pendekatan utama, yaitu pemasaran digital dan kemitraan dengan retail serta sektor akomodasi.
“Produk kita di Kukar sangat banyak dan beragam. Untuk itu kami mendorong pengembangan pemasaran berbasis digital dan sekaligus membuka peluang kerja sama dengan retail modern seperti Indomaret dan Alfamidi. Kami juga menggandeng pihak perhotelan dan desa wisata agar produk lokal bisa masuk ke jaringan mereka,” jelas Bustani.
Menurutnya, retail modern memiliki standar khusus yang harus dipenuhi pelaku UMKM, terutama terkait kualitas dan kemasan produk.
“Syaratnya jelas. Kemasannya harus sesuai standar, dan produknya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan. Retail seperti Indomaret dan Alfamidi sudah membuka kesempatan bagi UMKM untuk menampilkan produk mereka di gerai mereka,” ujarnya.
Bustani menambahkan, keuntungan bermitra dengan retail bukan hanya sebatas penjualan di wilayah Kukar, melainkan memungkinkan produk tersebut dipromosikan di daerah lain. Ini menjadi peluang besar bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
Sejumlah produk lokal Kukar disebut sudah berhasil masuk ke retail modern, seperti minuman teh serai dan produk olahan bawang tiwai. Produk-produk tersebut telah lama dipasarkan dalam jaringan retail dan dinilai memiliki potensi untuk terus berkembang.
Dengan berjalannya program ini, Disperindag Kukar berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu memenuhi standar retail modern sehingga produk lokal dapat lebih dikenal dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
“Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM,” pungkasnya. (Adv/Lk)










