Disperindag Kukar Berharap UMKM Kuasai Pemasaran Digital

Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri Dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani
Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri Dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara terus memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam memasarkan produk lokal melalui program pendampingan yang digelar di tiga kecamatan. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk daerah di era digital.

Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani, menjelaskan bahwa pendampingan berlangsung di Kecamatan Kota Bangun Darat, Muara Wis, dan Muara Badak. Setiap wilayah dipilih berdasarkan potensi ekonomi dan UMKM yang berkembang.

Read More
banner 300x250

“Di Muara Wis, pendampingan dilakukan langsung di desa yang memiliki aktivitas UMKM cukup aktif. Sementara di Kota Bangun Darat kami fokus di Desa Kedang Ipil, karena daerah itu merupakan kawasan wisata dan banyak memiliki produk UMKM yang perlu dipromosikan,” ungkap Bustani.

Dalam pendampingan tersebut, Disperindag menghadirkan narasumber profesional yang berpengalaman di bidang pemasaran digital. Pelaku UMKM dibekali pemahaman terkait teknik promosi online, strategi branding, hingga pemanfaatan berbagai platform digital.

Bustani mengatakan, sebagian besar pelaku usaha sebenarnya sudah mengenal pemasaran online, namun masih terbatas pada media sosial seperti Facebook dan Instagram. Karena itu, Disperindag memberikan edukasi lebih mendalam mengenai penggunaan Google Business sebagai alat penting dalam meningkatkan visibilitas usaha.

“Google Business ini sangat krusial. Ketika orang mencari suatu produk di Google, petanya langsung muncul. Lokasi usaha terlihat jelas di Maps, sehingga memudahkan konsumen untuk menemukan tempatnya,” jelasnya.

Selain itu, pelaku UMKM juga diperkenalkan dengan marketplace seperti Shopee, mulai dari cara membuat akun, mengunggah produk, hingga mengoptimalkan fitur penjualan. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan penjualan.

Menurut Bustani, respon para pelaku UMKM sangat positif. Mereka antusias mengikuti seluruh sesi karena mendapatkan pengetahuan baru yang sebelumnya belum mereka pahami.

“Mereka sangat senang karena dikenalkan dengan teknologi yang lebih maju. Walaupun sudah online, mereka belum pernah menggunakan marketplace atau Google Business. Dengan pelatihan ini, mereka bisa memasarkan produk secara lebih profesional,” katanya.

Bustani berharap, melalui pendampingan tersebut, produk-produk lokal dari tiga kecamatan tersebut dapat lebih dikenal dan bersaing di pasar digital. Dengan memanfaatkan e-commerce, UMKM di Kukar diharapkan mampu naik kelas dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. (Adv/Lk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *