KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat pengembangan komoditas unggulan daerah yang kini mulai menembus pasar internasional.
Sejumlah produk lokal seperti kedemba, lidi nipah, hingga kerajinan berbahan bungkil sawit menjadi primadona baru yang diminati negara tujuan ekspor.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Promosi dan Informasi Industri Disperindag Kukar, Hamidin.
Menurutnya, potensi komoditas unggulan tersebut semakin terlihat dalam dua tahun terakhir. Kedemba, produk olahan dari tanaman hutan yang banyak terdapat di sejumlah kecamatan di Kukar, kini telah memiliki permintaan rutin dari beberapa buyer luar negeri.
“Kedemba ini unik, aromanya khas. Pasar luar negeri justru melihatnya sebagai komoditas bernilai tinggi,” kata Hamidin pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, belum lama ini.
Selain kedemba, komoditas lidi nipah juga menjadi andalan. Produk ini sangat diminati karena dapat digunakan sebagai bahan dasar kerajinan rumah tangga, dekorasi, hingga aksesori ramah lingkungan.
“Lidi nipah kita kualitasnya bagus. Beberapa pengrajin di daerah pesisir sudah mampu memenuhi permintaan pasar ekspor, terutama ke negara Asia dan Timur Tengah,” jelasnya.
Salah satu yang paling menarik adalah kerajinan dari bungkil sawit. Limbah sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan, kini diolah menjadi berbagai produk kreatif seperti hiasan meja, pot tanaman, hingga suvenir etnik.
“Nilai tambahnya besar. Dari limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, dan ini mendapat respons positif dari buyer luar negeri,” tambahnya.
Ia menyebutkan, capaian ini tidak terlepas dari pendampingan pemerintah daerah kepada para pelaku industri kecil menengah (IKM). Mulai dari pelatihan kualitas produk, standarisasi, legalitas usaha, hingga fasilitasi promosi.
“Kita ingin IKM Kukar bukan hanya kuat di pasar lokal, tapi juga mampu bersaing secara global,” katanya.
Disperindag Kukar juga aktif membuka ruang promosi melalui pameran berskala nasional maupun internasional. Beberapa komoditas unggulan tersebut rutin ditampilkan dalam gelaran expo yang diikuti pemerintah daerah.
“Exposure di pameran nasional dan internasional membuat banyak buyer mulai melirik produk asal Kukar,” ungkapnya.
Ke depan, pihaknya akan memperluas pembinaan terutama pada penguatan kualitas produksi dan kontinuitas suplai, dua faktor penting yang sangat diperhitungkan dalam sektor ekspor. Disperindag juga akan menghubungkan IKM dengan lebih banyak mitra dagang melalui katalog digital dan business matching.
Ia menegaskan, pengembangan komoditas unggulan ekspor ini sejalan dengan upaya pemerintah kabupaten mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
“Semakin banyak produk kita yang masuk pasar internasional, semakin besar pula dampaknya bagi pendapatan masyarakat. Ini bagian dari strategi hilirisasi kerakyatan yang terus kita bangun,” ujarnya.
Dengan tren permintaan yang terus meningkat, Disperindag Kukar optimistis komoditas unggulan daerah akan semakin berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal berbasis potensi desa dan pesisir. (Adv/kik)










