Disperindag Kukar Fokuskan Program 2026 pada Hilirisasi

Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan kembali arah pembangunan ekonominya dengan memperkuat sektor hilirisasi pada 2026.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, mengungkapkan bahwa seluruh program Disperindag tahun depan dirancang untuk mendukung amanat RPJMD Bupati Kukar, khususnya dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis industri pengolahan.

Read More
banner 300x250

Ia menegaskan, Disperindag akan meneruskan dan memperluas berbagai proyek strategis yang sudah dimulai pada tahun-tahun sebelumnya.

Fokusnya adalah memastikan nilai tambah komoditas lokal bisa dinikmati langsung oleh masyarakat Kukar.

Dia menjelaskan bahwa hilirisasi merupakan salah satu dari 17 program dedikasi Bupati Kukar yang menjadi prioritas lintas sektor.

“Di tahun 2026 kita melanjutkan program kerja sesuai amanat RPJMD Bapak Bupati. Yang paling mendasar adalah bagaimana kita mendukung hilirisasi, karena itu menjadi konsentrasi utama,” ungkapnya, Kamis (6/11/2025).

Ia menyebutkan empat proyek hilirisasi yang menjadi target utama Disperindag pada 2026.

Pertama, penyelesaian pabrik rumput laut.

Proyek pembangunan pabrik rumput laut yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir akan dituntaskan pada 2026.

Pabrik tersebut diproyeksikan menjadi pusat pengolahan rumput laut lokal menjadi produk bernilai tambah seperti tepung karaginan dan olahan lainnya.

“Pabrik rumput laut adalah prioritas yang harus kita selesaikan agar petani rumput laut kita tidak hanya menjual bahan mentah,” ujar Fathullah.

Kedua, melanjutkan tahap pembangunan pabrik minyak makan merah di Kembang Janggut.  Pembangunan pabrik minyak makan merah, salah satu program hilirisasi yang strategis dalam mendukung kemandirian pangan nasional.

Ia menerangkan, pabrik tersebut akan mengolah Crude Palm Oil (CPO) milik petani maupun perusahaan lokal menjadi minyak makan merah yang lebih bergizi dan sesuai kebutuhan pasar masyarakat.

Ketiga, persiapan pendirian pabrik pakan ikan di Loa Kulu. Sektor perikanan yang berkembang pesat di Kukar membutuhkan dukungan bahan pakan yang terjangkau.

Untuk itu Disperindag telah menyiapkan langkah awal pembangunan pabrik pakan ikan di Loa Kulu.

“Ini kebutuhan nyata di lapangan. Dengan adanya pabrik pakan ikan, harapannya biaya produksi petani ikan bisa ditekan dan daya saing meningkat,” jelas dia.

Keempat, perencanaan hilirisasi pembuatan arang halaban. Di antara potensi sumber daya lainnya, kayu halaban sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi jika diolah menjadi arang.

Pada 2026, Disperindag berencana menyusun perencanaan komprehensif terkait pembangunan fasilitas produksi arang halaban.

“Arang halaban ini potensinya besar. Tahun depan kita fokus mematangkan perencanaannya agar bisa menjadi komoditas hilirisasi berikutnya,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa hilirisasi bukan hanya proyek fisik, tetapi juga strategi jangka panjang untuk menguatkan ekonomi Kukar yang selama ini bergantung pada komoditas mentah.

Pihaknya menilai bahwa hilirisasi mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat rantai pasok industri lokal.

“Dengan menghadirkan pabrik-pabrik pengolahan ini, kita ingin memastikan nilai tambah itu terjadi di Kukar, bukan di luar daerah. Itu tujuan besarnya,” pungkas Fathullah. (ADV/ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *