KUKAR, LINGKARKALTIM: Upaya transformasi digital di sektor pendidikan kembali diperkuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kali ini, fokus diarahkan pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui kegiatan Pengembangan Konten Digital yang berlangsung selama dua hari dan menghadirkan narasumber dari SEAMOLEC, lembaga pendidikan berstandar Asia Tenggara.
Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar Pujianto menjelaskan legiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas guru PAUD agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam penyusunan materi ajar, dokumentasi pembelajaran, hingga administrasi pendidikan.
“Berbahagia sekali kita bisa belajar langsung dari SEAMOLEC,” kata dia, Kamis (27/11/2025).
Ia menilai, pelatihan ini adalah momentum penting bagi guru PAUD untuk membuka wawasan dan memperkuat keterampilan digital.
“Makanya berbahagia sekali kita hari ini bisa bersama-sama narasumber dari Sea MOLEC. Silakan nanti dieksplor, silakan bertanya, silakan mengkaji ilmu yang ada,” ujar Pujianto.
Kehadiran SEAMOLEC, lanjut dia, lembaga yang berada di bawah koordinasi menteri-menteri pendidikan se-Asia Tenggara, akan memberikan perspektif baru dan keterampilan praktis bagi tenaga pendidik PAUD di Kukar.
Ia menjelaskan, pelatihan ini didesain interaktif dan aplikatif, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan berbagai teknik pengembangan konten digital.
Disdikbud Kukar berharap seluruh peserta dapat memaksimalkan dua hari pelatihan untuk menggali sebanyak mungkin pengetahuan dan keterampilan.
“Dua hari ini harus maksimal dan bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kita semua,” tegasnya.
Pujianto menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya soal teknis membuat konten, tetapi juga soal perubahan cara berpikir dari pola konvensional menuju pembelajaran yang lebih kreatif, mudah, dan relevan dengan era digital.
“Insya Allah setelah ini semuanya akan terbuka: mindset dan pemikiran terkait pembelajaran maupun administrasi yang bisa dilakukan dengan cara mudah,” ujar dia.
IA menekankan bahwa teknologi hadir bukan untuk membebani guru, melainkan mempermudah pekerjaan mereka, termasuk ketika menyusun materi pembelajaran untuk anak usia dini.
Salah satu target utama pelatihan ini adalah agar guru PAUD mampu menghasilkan konten pembelajaran digital yang menarik dan sesuai perkembangan anak.
“Ini tujuannya adalah mempermudah, termasuk bagaimana menyusun konten pembelajaran yang bisa Bapak-Ibu tampilkan,” pungkas Pujianto. (ASR)










