KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menggenjot pelaksanaan program kerja tahun 2025.
Hingga saat ini, realisasi anggaran Disperindag baru mencapai sekitar 30 persen.
Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, menyampaikan bahwa capaian tersebut masih berada dalam tahap wajar. Sebab masih banyak pekerjaan yang belum melakukan penagihan. Sehingga realisasi keuangan belum maksimal.
Menurutnya, pelaksanaan program Disperindag sebagian besar berada pada semester kedua, terutama kegiatan fisik maupun program pemberdayaan yang memerlukan verifikasi dan validasi di lapangan.
“Memang masih 30 persen, tetapi ini sesuai dengan jadwal pelaksanaan. Kita berharap langkah percepatan yang disiapkan membuat realisasi meningkat signifikan pada penghujung tahun ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beberapa kegiatan seperti pembinaan pelaku industri, program peningkatan daya saing usaha kecil, serta penataan dan revitalisasi fasilitas perdagangan telah masuk tahap pelaksanaan. Hal ini diharapkan dapat mendorong percepatan penyerapan anggaran.
Di sektor perdagangan, sejumlah agenda seperti penataan pasar dan pendampingan pedagang juga tengah berjalan.
Ia menyebutkan, verifikasi pelaku usaha dan proses pencocokan data di lapangan membutuhkan waktu, namun menjadi bagian penting agar realisasi tidak hanya cepat tetapi juga tepat sasaran.
Selain itu, koordinasi lintas perangkat daerah terus diperkuat. Pasalnya, banyak program Disperindag bersinggungan dengan OPD lain, mulai dari aspek perizinan, teknis lapangan, hingga sinkronisasi data. Kolaborasi ini menjadi salah satu kunci untuk mendorong akselerasi realisasi anggaran.
Disperindag juga melakukan evaluasi rutin terhadap progres setiap bidang. Dengan langkah itu, potensi keterlambatan bisa diantisipasi sejak dini.
“Kami membuka ruang komunikasi dengan semua tim pelaksana. Jika ada kendala, langsung dicari solusi cepatnya,” jelas Sayid.
Ia optimistis bahwa realisasi anggaran Disperindag dapat mencapai target 85 persen pada akhir 2025. Berbagai strategi percepatan telah disiapkan, termasuk penjadwalan ulang kegiatan yang memungkinkan dipercepat serta penguatan monitoring di lapangan.
Ia menambahkan, fokus Disperindag tidak hanya pada capaian angka serapan, tetapi juga kualitas pelaksanaan program agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama pelaku industri dan perdagangan di Kukar.
“Realisasi tinggi itu penting, tapi yang terpenting adalah manfaatnya. Itu yang terus kami jaga,” katanya.
Dengan upaya tersebut, Disperindag Kukar berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi daerah. Program-program yang berjalan diharapkan mampu memperkuat sektor industri dan perdagangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sepanjang tahun 2025. (Adv/Kik)










