Disperindag Kukar Dorong Pelaku Industri Aktif Laporkan Usaha Melalui Aplikasi SIINAS

Bimtek Penggunaan SIINAS. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Bimtek Penggunaan SIINAS. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperkuat tata kelola industri daerah melalui sistem digital.

Salah satu langkah nyata adalah dengan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pelaporan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS) bagi para pelaku usaha industri di Kukar, Selasa (11/11/2025).

Read More
banner 300x250

Pelatihan ini diselenggarakan melalui Bidang Promosi dan Informasi Industri (P2I) Disperindag Kukar, diikuti oleh para pelaku industri kecil menengah (IKM) serta usaha berskala menengah-besar.

Bimtek tersebut bertujuan untuk mendorong pelaku usaha memahami dan aktif melaporkan data usahanya secara daring melalui aplikasi SIINAS.

Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan bahwa SIINAS merupakan platform digital milik Kementerian Perindustrian RI yang dirancang untuk memantau perkembangan industri di seluruh Indonesia secara real time.

“Hari ini kita fokus di bidang industri, khususnya di bidang P2I, mengadakan pelatihan pelaporan SIINAS. Ini diperuntukkan bagi para pelaku usaha yang kita dorong agar melaporkan tentang usahanya, keuangannya, administrasinya, hingga peralatannya secara real time di aplikasi SIINAS,” ucap dia.

Ia mengatakan, penggunaan SIINAS bukan hanya sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari upaya mewujudkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan data industri.

Dengan data yang akurat dan terintegrasi, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam mendukung pertumbuhan sektor industri di Kukar.

“Kita mendorong agar seluruh pelaku usaha, khususnya di sektor industri, bisa mengikuti program pusat ini. SIINAS adalah bagian dari sistem nasional yang menghubungkan daerah dengan Kementerian Perindustrian, sehingga data yang dilaporkan bisa langsung dimanfaatkan untuk perencanaan kebijakan,” jelas Fathullah.

Meski antusiasme pelaku industri cukup tinggi, dia tidak menutup mata terhadap berbagai kendala teknis yang masih dihadapi peserta dalam mengoperasikan sistem tersebut.

“Memang ada beberapa kendala yang dialami pelaku industri. Makanya kita adakan agenda pelatihan ini agar mereka bisa memahami dan bisa melaporkan instrumen-instrumen industrinya,” terangnya.

Beberapa peserta, kata Fathullah, mengeluhkan bahwa sistem kadang tidak membaca data yang sudah diinput.

“Masalahnya memang di sistem. Ketika mereka sudah input, kadang terbaca, kadang tidak. Tapi animo pelaku industri ini bagus. Kita terus dampingi agar mereka bisa menyesuaikan,” kata dia.

Disperindag Kukar berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan teknis secara berkelanjutan kepada pelaku industri yang mengalami kendala dalam pelaporan.

Selain melalui pelatihan langsung, pihaknya juga berencana membentuk tim pendamping lapangan agar proses adaptasi ke sistem digital berjalan lebih cepat.

“Kita tidak hanya berhenti di pelatihan hari ini. Ke depan, akan ada pendampingan lanjutan supaya pelaku industri kita benar-benar paham dan bisa mandiri menggunakan SIINAS,” pungkas Fathullah. (ASR/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *