KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) agar semakin kreatif dalam menonjolkan produk lokal yang memiliki ciri khas daerah.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat identitas ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk Kukar di pasar yang lebih luas.
Kepala Bidang Pemasaran Produk Dalam Negeri dan Pengendalian Barang Pokok Disperindag Kukar, Muhammad Bustani mengatakan, potensi produk lokal Kukar sangat beragam, mulai dari olahan pangan, kerajinan tangan, hingga produk fashion.
Menurutnya, kekhasan daerah harus menjadi nilai jual utama yang membedakan produk lokal dari daerah lain.
“Produk-produk kita sebenarnya punya keunikan tersendiri. Namun, yang perlu diperkuat adalah bagaimana pelaku UMKM dan IKM bisa menonjolkan ciri khas Kukar dalam desain, kemasan, maupun cerita di balik produk itu,” kata Muhammad Bustani pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Selasa (11/11/2025).
Ia menambahkan, branding lokal menjadi kunci agar produk daerah tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Disperindag Kukar saat ini juga tengah memfasilitasi berbagai pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM dan IKM, khususnya dalam hal pemasaran dan pengembangan produk.
Melalui kegiatan tersebut, para pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan produk yang memiliki nilai tambah sekaligus mencerminkan kekayaan budaya Kutai Kartanegara.
Selain itu, Bustani menyebutkan bahwa pemerintah daerah berupaya menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai event promosi, baik yang digelar di tingkat provinsi maupun nasional.
“Kami ingin produk-produk unggulan Kukar lebih banyak tampil dalam pameran dan festival. Dari situ, jangkauan pasar bisa semakin luas dan citra produk lokal semakin kuat,” jelasnya.
Menurutnya, pelaku usaha perlu memahami bahwa konsumen masa kini tidak hanya melihat kualitas, tetapi juga makna di balik produk. Dengan mengangkat identitas lokal, sebuah produk akan memiliki daya tarik emosional yang membuatnya lebih mudah diingat dan dicintai pasar.
Bustani mencontohkan, produk kerajinan dari bahan alami, olahan makanan tradisional, atau motif khas daerah dapat menjadi ikon yang merepresentasikan budaya Kukar.
“Ciri khas daerah harus bisa dirasakan lewat produk. Itulah yang membuatnya istimewa,” tambahnya.
Disperindag Kukar pun berkomitmen terus memberikan dukungan berupa promosi terpadu, pembinaan mutu, dan pendampingan legalitas usaha, agar produk-produk tersebut bisa berkembang berkelanjutan. Pemerintah juga mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi dan penjualan.
“Kami ingin Kukar dikenal bukan hanya karena sumber daya alamnya, tetapi juga karena produk UMKM dan IKM-nya yang kreatif dan khas. Ini bagian dari upaya membangun ekonomi berbasis kearifan lokal,” pungkasnya. (KIK/ADV)










