Distanak Kukar Dorong Penguatan Pertanian Rumah Tangga Melalui Kelompok Wanita Tani

Stand Booth KWT Kecamatan Tenggarong
Stand Booth KWT Kecamatan Tenggarong
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM:  Upaya memperkuat sektor pertanian skala rumah tangga terus digencarkan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satunya melalui peran aktif Kelompok Wanita Tani (KWT) yang kini menjadi ujung tombak pertanian lokal di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Tenggarong.

Anggota KWT Tenggarong, Titi Hartina, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian yang dilakukan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi anggotanya. Beragam komoditas seperti ubi rambat, cabai keriting, daun sob, dan berbagai jenis terong menjadi hasil utama yang kini dikembangkan.

Read More
banner 300x250

“Kami menanam dari lahan sendiri, hasilnya bisa untuk konsumsi keluarga dan sebagian dijual. Selain menambah penghasilan, kegiatan ini juga menambah wawasan dan mempererat kerja sama antaranggota,” ujar Titi, Rabu (15/10/2025).

Selain itu, Titi menjelaskan bahwa kelompoknya juga menerima dukungan dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar berupa bantuan pupuk dan perbaikan tanah. Bantuan tersebut sangat membantu, terutama karena sebagian besar lahan pertanian di wilayah mereka memiliki tingkat keasaman yang tinggi.

“Kami sempat dapat bantuan pupuk sinika dan penetral tanah. Itu sangat membantu karena kondisi tanah kami asam. Terima kasih untuk Dinas Pertanian yang terus mendukung kami,” ujarnya.

Titi juga berharap agar kegiatan pendampingan dan pelatihan dari pemerintah bisa lebih sering dilakukan, mengingat KWT memiliki potensi besar untuk mendorong ketahanan pangan lokal melalui pertanian rumah tangga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong penguatan peran KWT dalam sistem pertanian terpadu. Menurutnya, kelompok wanita tani memiliki peran strategis karena mampu mengelola lahan kecil secara efisien dan produktif.

“Kami ingin agar pertanian rumah tangga menjadi bagian dari sistem pertanian berkelanjutan di Kukar. Bantuan yang diberikan tidak berhenti di distribusi sarana, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan teknis agar hasilnya optimal,” jelas Taufik.

Ia menambahkan, Distanak Kukar juga berencana memperluas program pemberdayaan perempuan di bidang pertanian, termasuk pelatihan budidaya hortikultura dan pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah.

Melalui dukungan tersebut, pemerintah daerah berharap kelompok wanita tani dapat menjadi motor penggerak pertanian modern di tingkat desa dan kelurahan, serta berkontribusi nyata terhadap kemandirian dan ketahanan pangan di Kutai Kartanegara. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *